Share

Erick Thohir Peringatkan Perbankan Jangan Jadi Lintah Darat Bagi Pekerja

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 320 2606598 erick-thohir-peringatkan-perbankan-jangan-jadi-lintah-darat-bagi-pekerja-FPi5v27R3e.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mewanti-wanti agar lembaga perbankan tidak menjadi 'lintah darat' bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tindakan mafia itupun harus diberantas.

Sebagai gantinya, Erick terus mendorong agar Himbara mendukung akses pendanaan atau kredit bagi Pekerja Migran Indonesia. Salah satunya melalui PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BNI).

Hingga saat ini BNI telah membuka rekening khusus senilai Rp 1,1 triliun untuk 181.000 PMI. Erick mencatat, BNI telah menyalurkan Rp 816 miliar kepada 45.000 Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI sejak 2015. Hal ini membuat BNI berkontribusi atas 95 persen penyaluran KUR nasional PMI.

"Sejak awal, saya dengan Pak Benny memberikan dorongan, pendanaan dengan BNI daripada terjebak lintah darat yang Pak Benny bilang mafia, lalu juga ketika pulang mereka sudah terdaftar di data bank sehingga mereka bisa usaha sendiri nanti," ungkap Erick, Senin (6/6/2022).

Tak hanya BUMN di sektor perbankan, Erick juga memastikan perusahaan pelat merah di sektor lain akan mendukung para PMI. Dia mencontohkan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II dan PT Garuda Indonesia Tbk.

Kedua perusahaan ini dinilai memberikan kemudahan dan kenyamanan dengan menyediakan PMI Lounge, sebagai jalur cepat keimigrasian khusus bagi para PMI. Lalu, menyediakan penerbangan tambahan khusus untuk memfasilitasi penerbangan PMI ke Korsel.

"Kita pastikan jangan sampai masyarakat kita jadi masyarakat kelas dua. Kita melayani asing luar biasa, tapi masyarakat sendiri yang namanya pejuang devisa tidak kita layani, ada yang harus kita intervensi dan perbaiki," kata Erick.

Erick sejak awal meminta AP II dan Garuda Indonesia memberikan pelayanan maksimal berupa jalur khusus dan juga lounge. Dia menilai hal ini juga menjadi arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Presiden katakan negara harus hadir dan menjaga rakyatnya. Jangan sampai justru kita menjadi negara yang menomorduakan bangsanya sendiri, kita harus memastikan kita melayani bangsa kita nomor satu," ucap Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini