Share

Pabrik Tutup, Petani Buang Sawit karena Busuk

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 320 2607022 pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk-cvN6ea8wgk.jpg Petani sengaja membiarkan buah sawit membusuk di pohon (Foto: Okezone)

BENGKULU - Petani sawit sengaja membiarkan buah sawit mereka membusuk di batang. Pasalnya, sejak sebulan terakhir pabrik di daerah itu tidak membeli TBS milik petani.

Di tambah harga TBS tertinggi per kilo Rp1.880, dan Rp1.600 per kilo dengan harga terendah. Salah satu petani sawit di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bahrun mengatakan, sudah satu bulan terakhir buah sakit di kebun miliknya tidak di panen.

Bahkan, kata Bahrun, TBS yang ada di kebun miliknya seluas 6 Hektare (Ha), dibiarkan membusuk di batang dan jatuh.

Alasan Bahrun, harga sawit di daerahnya belum stabil, belum lagi pabrik yang ada di daerah mereka tidak menerima buah sakit dari petani, lantaran tangki penampungan Crude Palm Oil (CPO) milik pabrik sudah penuh.

"Sudah satu bulan ini saya tidak ada panen. Buah sawit di kebun saya dibiarkan membusuk," kata Bahrun, Selasa (7/6/2022).

Bahrun mengakui, petani di daerahnya memang banyak menunda panen. Alasan mereka, lanjut Bahrun, sama. Biaya panen buah sawit di kebun tidak setara dengan harga jual di tambah pabrik tutup.

Harga buah sawit, kata Bahrun, idealnya Rp3.000 per kilo. Harga itu untuk menutupi biaya racun, biaya panen dan biaya pupuk.

"Saya berharap pemerintah dapat menstabilkan harga TBS," harap Bahrun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini