Share

RI Waspada Resesi Ekonomi, Kenaikan Harga Energi dan Pangan Harus Segera Diatasi

Viola Triamanda, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 320 2608007 ri-waspada-resesi-ekonomi-kenaikan-harga-energi-dan-pangan-harus-segera-diatasi-GrlOVKNz98.jpg Kenaikan Harga Minyak Dunia Perlu Diwaspadai. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - The Fed berencana menaikan suku bunga acuannya lagi. Kebijakan Bank Sentral AS tersebut pun akan memberikan dampak signifikan terhadap dunia termasuk Indonesia.

Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, pemerintah harus mempersiapkan segera mempersiapkan diri. Pasalnya kenaikan suku bunga ini akan mengganggu pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Situasi ini bisa berdampak terhadap pemulihan ekonomi indonesia yang ditargetkan tumbuh 5% bisa terkoreksi bahkan bisa kembali minus, kita harus mempersiapkan dari gelombang adanya instabilitas monter secara global," jelasnya kepada MPI, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga: Menko Airlangga-Menperin Bertemu Bos Coca-cola, Bahas Apa?

Menurutnya, pemerintah harus all out terhadap berbagai upaya agar fiskal ini bisa menjadi bantalan. Upayanya seperti dengan menggelontorkan subsidi energi secara masif, menambah alokasi subsidi energi, subsidi pangan, serta bantuan pupuk kepada para petani.

"Dengan begitu baik inflasi energi maupun inflasi dari pangan bisa terjaga sampai akhir tahun sampai pemulihan daya beli masyarakat di Indonesia pulih seperti pra pandemi," ucapnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Waspadai 5 Ancaman yang Guncang Ekonomi RI

Bima mengatakan upaya selanjutnya bisa dilakukan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Karena transmisi dari resesi ekonomi di amerika serikat akan menjalar ke nilai tukar dan akan membuat barang" impor terutama impor pangan akan menjadi lebih mahal.

"Jadi ini adalah kesempatan untuk mendorong produktifitas pangan di dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor bisa ditekan," ucapnya.

Dia juga menyatakan upaya selanjutnya adalah pemberian stimulus kepada pelaku usaha UMKM sehingga mereka bisa pulih lebih cepat dari berbagai tekanan eksternal.

"Pemerintah dapat mengupayakan dengan cara mendorong penyaluran KUR, program pendampingan, upaya UMKM Go Digital, dan berusaha untuk memperluas pasar UMKM sehingga bisa mendorong ekspor dan pemenuhan permintaan domestik," jelasnya.

Upaya terakhir yang paling penting dilakukan adalah jaminan sosial. Tentunya jika resesi ekonomi terjadi akan banyak pekerja yang jatuh miskin.

"Pekerja ini harus dilindungi oleh jaminan sosial dari pemerintah. Bantuan subsidi upah itu masih diperlukan dan harus dilanjutkan, bantuan jaminan sosial selama masa pandemi sebaikan dilanjutkan hingga 2023," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini