Share

Menko Airlangga-Menperin Bertemu Bos Coca-cola, Bahas Apa?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 320 2607631 menko-airlangga-menperin-bertemu-bos-coca-cola-bahas-apa-y3We1l5cyd.jpg Menko Airlangga Hartarto Bersama Menperin (Foto: Kemenperin)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto berdiskusi dengan petinggi Coca-cola Company di Davos, Swiss.

“Melalui agenda pertemuan kami, Pemerintah Indonesia menyampaikan beberapa hal. Tentu salah satu di antaranya mengenai dukungan dan fasililitas bagi para investor global yang menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Menperin di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Dalam pertemuan dengan Chairman and CEO of The Coca-Cola Company James Quincey pada Forum Ekonomi Dunia 2022 beberapa waktu lalu itu, tutur Agus, Pemerintah Indonesia mengapresiasi dan mendorong Coca-Cola untuk meningkatkan dan memperluas investasinya di Indonesia, salah satunya melalui produk berbasis kelapa.

Hal ini karena produk berbahan baku kelapa memiliki multiplier effects yang tinggi, mulai dari petani kecil hingga industri menengah. Selain itu mengingat luasnya wilayah Indonesia, komoditas ini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di tanah air.

Dalam pertemuan dengan perusahaan industri minuman itu, pemerintah juga membahas pengembangan industri hijau dengan konsep circular economy yang menggunakan pendekatan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair). Pemerintah mengatur pengembangan industri hijau dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agus.

Dia menambahkan, pemerintah terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini agar pembangunan industri selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui upaya penerapan industri hijau di tanah air, penghematan energi pada 2021 mencapai Rp3,2 triliun, serta penghematan air sebesar Rp169 miliar. Pencapaian ini memperkuat komitmen industri untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka Panjang.

Lebih lanjut Menperin memaparkan, sejak tahun 2018, Coca-Cola Company telah melakukan pengumpulan dan daur ulang kemasan produknya baik botol plastik maupun kaleng.

Coca-cola berkomitmen akan membuat seluruh kemasan dapat didaur ulang pada tahun 2025 dan menggunakan 50% bahan baku daur ulang pada botol dan kaleng pada tahun 2030.

"Atas hal tersebut, CEO Coca-Cola berharap kebijakan dan regulasi di Indonesia dapat semakin mendukung kegiatan investasi Coca-Cola," ujar Menperin.

Selanjutnya, guna untuk mendukung pelaksanaan industri berkelanjutan, kedua pihak juga mendiskusikan upaya pencapaian Net Zero Emission (NZE) dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti solar panel dalam proses produksi Coca-Cola di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini