Share

Naik Candi Borobudur Wajib Pakai Upanat, Apa Itu?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 320 2608061 naik-candi-borobudur-wajib-pakai-upanat-apa-itu-jFCb7qQWWh.jfif Naik Candi Borobudur Pakai Sandal Upanat. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)

JAKARTA - Wisawatan yang ingin naik ke Candi Borobudur akan dibatasi. Selain itu, ada sandal khusus (upanat) yang digunakan untuk naik ke atas melindungi bagian candi dari keausan akibat beban wisatawan.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Hetty Herawati mengatakan ini dilakukan untuk mendukung konservasi Candi Borobudur.

Baca Juga: Naik ke Atas Candi Borobudur Tetap Dibatasi meski Tarif Rp750 Ribu Ditunda

"Salah satu langkah awal membuat upanat. Upanat itu sebuah proteksi yang di mana nanti pengunjung bisa masuk ke candi itu dibekali dengan sandal khusus yang bisa melindungi candi dari keausan," kata Hetty dukutip Rabu, (8/6/2022).

Menurutnya, sejak ada kajian mengenai upanat tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB). Hetty menyebut, pembuatan sandal upanat ini, selain untuk konservasi juga untuk mendukung ekonomi kreatif di Borobudur.

Baca Juga: Sekilas Sejarah Candi Borobudur, Dibangun Raja Mataram Samaratungga

Upanat ini diproduksi oleh masyarakat di desa-desa sekitar Borobudur. Saat ini baru dalam tahapan menyiapkan produksinya. Karena itu, perwakilan dari 20 desa dilatih untuk mengidentifikasi bahan-bahan pembuatan upanat tersebut.

"Kita lakukan workshop dan pelatihan yang terus menerus sampai kita mendapatkan yang memang bagus, kita ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur (BKB), Bramantara mengatakan, dengan kuota pengunjung yang dibatasi 1.200 orang, pihaknya menyiapkan sandal upanat dalam jumlah yang sama.

"Kalau tiket laku semua berarti sandalnya 1.200. Nanti kan berproses juga. Otomatis selama nanti lakunya (tiket) berapa ya itu yang diproduksi. Urusan marketing sebenarnya ngikuti pembelian tiket. Kalau tiket laku 100 ya sandalnya bikin 100," tutur dia.

Sebelumnya, sandal upanat ini telah diuji coba pada Januari 2022. Uji coba ini diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, TWC, Balai Konservasi Borobudur , Pemkab Magelang. Selain itu, pada Maret 2022, sandal upanat juga dipakai oleh delegasi G20 Energy Transition Working Group (ETWG) yang berkunjung dan naik ke Candi Borobudur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini