JAKARTA - Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan alasannya harga minyak dunia tinggi.
Dikutip dari laman resmi akun Instagramnya @arcandra.tahar pada Jumat (10/6/2022), dia menyebut kini harga energi di seluruh dunia kian naik setelah pandemi Covid-19 mereda.
"Sejumlah lembaga ekonomi dunia memprediksi bahwa harga minyak yang saat ini berkisar antara USD 110 - USD 120 per barel, masih bisa melonjak tinggi," tulisnya.
BACA JUGA:Harga Minyak Turun tapi Masih di Atas USD120/Barel
Dia mencontohkan Goldman Sachs misalnya, menaksir rata-rata harga minyak Brent pada semester II-2022 hingga semester I-2023 akan berkisar USD135 per barel.
"Perusahaan minyak dunia juga memperkirakan potensi kenaikan minyak dunia masih bisa naik sekitar USD10 per barel dari harga rata-rata saat ini," jelasnya.
Adapun penyebab dari kenaikan harga energi itu disebutnya karena beberapa faktor.
"Pertama, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan pasokan minyak ke pasar global berkurang," cetusnya.