Share

Harga Minyak Turun tapi Masih di Atas USD120/Barel

Antara, Jurnalis · Sabtu 11 Juni 2022 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 320 2609614 harga-minyak-turun-tapi-masih-di-atas-usd120-barel-JUA80fANUw.JPG Harga minyak dunia hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia jatuh pada penutupan perdagangan Sabtu (11/6/202), dengan minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun USD1,06 atau 0,9%, menjadi menetap di USD122,01 per barel.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Juli kehilangan 84 sen atau 0,7%, menjadi ditutup di USD120,67 per barel.

Di mana kedua harga acuan minyak masih membukukan kenaikan mingguan 1,9% untuk Brent dan 1,5% untuk WTI.

Ini terjadi setelah laporan harga-harga konsumen AS naik lebih besar dari yang diperkirakan dan China memberlakukan tindakan penguncian Covid-19 baru.

 BACA JUGA:Harga Minyak Brent dan WTI Turun Tipis Jadi USD123/Barel

Sehingga harga minyak merosot bersama dengan saham Wall Street setelah berita bahwa harga-harga konsumen AS meningkat pada Mei. Harga bensin telah mencapai rekor tertinggi dan biaya makanan melonjak, menyebabkan kenaikan tahunan terbesar dalam sekitar 40 tahun.

Itu meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan lebih agresif.

"Kekhawatiran itu bisa menjadi indikator kebiasaan konsumen dan meskipun permintaan bensin kuat sekarang, itu pertanda di masa depan bahwa jika harga bensin tidak stabil maka konsumen akan mengurangi (pembelian)," kata analis Phil Flynn di Price Futures.

Lalu dalam "bendera merah" lainnya untuk permintaan, Shanghai dan Beijing kembali waspada Covid.

Adapun beberapa bagian Shanghai memberlakukan pembatasan penguncian baru dan kota itu mengumumkan putaran pengujian massal untuk jutaan penduduk.

Kini impor minyak mentah China pada Mei naik hampir 12 persen dari tahun sebelumnya, ketika permintaan mereka rendah.

"Ini tidak menunjukkan bahwa permintaan minyak meningkat. Sebaliknya, China cenderung bertindak oportunis, membeli minyak mentah dari Rusia dengan harga yang jauh lebih rendah daripada tingkat pasar global untuk mengisi kembali stoknya," ucap analis Commerzbank Carsten Fritsch.

Lalu minyak telah naik lebih dari satu dolar AS di awal sesi karena kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Eropa dan Afrika.

Diketahui, sekitar 845 dari sekitar 7.500 karyawan di anjungan lepas pantai berencana mogok mulai 12 Juni jika negosiasi gaji tahunan gagal.

Kejadian ini mengakibatkan produksi minyak di ladang Sarir Libya telah berkurang setelah pelabuhan Ras Lanuf dan Es Sider ditutup dan ketika satu kelompok mengancam akan menutup pelabuhan Hariga.

Untuk pasokan AS, jumlah rig minyak AS, indikasi pasokan di masa depan, naik enam menjadi 580 minggu ini, tertinggi sejak Maret 2020.

Prospek untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran dan mencabut sanksi AS terhadap sektor energi Iran telah surut.

Iran memberikan pukulan yang hampir fatal terhadap peluang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir, karena negara itu mulai menyingkirkan semua peralatan pemantauan Badan Energi Atom Internasional yang dipasang di bawah kesepakatan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini