Share

Laba BUMN Naik 1.000%, Dirut BTN Sebut Berkat Transformasi dan Efisiensi

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 278 2610483 laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi-pmdmDyqtt1.jpg BTN sumbang laba BUMN (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Laba bersih BUMN melesat hingga 1.000% pada 2021. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ikut menyumbang dari sektor pembiayaan perumahan dalam perolehan laba bersih tersebut.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, di tengah gelombang pandemi yang belum mereda pada 2021, capaian kinerja positif tersebut juga didorong efisiensi dan transformasi yang dilakukan perseroan sejalan dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tidak hanya laba bersih, sebagai pemimpin pasar di sektor kredit perumahan, kinerja positif yang Bank BTN lakukan juga ikut mendongkrak sektor perumahan yang memiliki dampak ganda ke 174 sektor turunan lain," ujar Haru dilansir dari Antara, Senin (13/6/2022).

Hingga akhir 2021, emiten perbankan dengan kode saham BBTN itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun atau naik 48,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah pandemi, BTN juga mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan senilai Rp274,83 triliun atau naik 5,66% (yoy).

Kredit di sektor perumahan masih mendominasi portofolio kredit BBTN atau sebesar 89,08%. Kredit pemilikan Rumah (KPR) subsidi pun tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 8,25% (yoy) dari Rp120,72 triliun pada 2020 menjadi Rp130,68 triliun pada 2021.

Untuk produk KPR Subsidi, BTN menawarkan uang muka ringan dari 1%, suku bunga tetap 5%, jangka waktu hingga 20 tahun, subsidi bantuan uang muka senilai Rp4 juta, serta bebas premi asuransi dan PPN.

Sementara itu, BTN juga terus menggelar transformasi baik di sisi digital, bisnis proses, hingga kantor cabang. Di sisi digital misalnya, perseroan terus memoles produk digital banking mulai dari BTN Mobile Banking, BTN Cash Management, e-Mitra BTN, BTN Properti, hingga rumahmurahbtn.

Pada sisi bisnis proses, BTN membentuk pusat untuk kredit konsumer dan komersial agar lebih efisien. Selain itu, BTN juga fokus melakukan transformasi kantor cabang yang memprioritaskan penjualan dan pelayanan.

Di samping itu, BTN juga terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai lembaga lainnya. Perseroan juga memperdalam kemitraan dengan perusahaan yang masuk dalam rantai pasok di sektor perumahan

Haru juga menjelaskan, transformasi tersebut tidak hanya sukses meningkatkan perolehan laba bersih BTN, tapi juga meningkatkan efisiensi. Biaya dana BTN misalnya sukses turun 21,31% (yoy) pada 2021 dari Rp16,04 triliun menjadi Rp12,62 triliun. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) perseroan juga turun hingga 233 basis poin (yoy) pada 2021.

Lini bisnis syariah Bank BTN pun ikut mencatatkan kinerja positif. Per Desember 2021, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN menghasilkan laba bersih senilai Rp185,2 miliar atau naik 37,33% (yoy). Kenaikan tersebut disumbang kinerja penyaluran pembiayaan syariah senilai Rp27,55 triliun atau naik 9,93% (yoy).

Untuk meningkatkan kinerja penyaluran kredit dan pembiayaan BBTN terutama di sektor perumahan, Kementerian BUMN menyebut akan melakukan penambahan modal ke BTN.

Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut akan dialokasikan senilai Rp2,98 triliun untuk Bank BTN.

Menurut Tiko, pemerintah menginginkan rasio kecukupan modal BTN mencapai 19% di mana dibutuhkan tambahan injeksi modal Rp2,98 triliun yang sudah disetujui melalui mekanisme penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang kemungkinan dilakukan pada triwulan III atau triwulan IV tahun ini.

Direktur Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo Sekuritas Mazimilianus Nico Demus mengatakan tambahan modal tersebut akan mengakselerasi kinerja Bank BTN ke depan. BTN dinilai akan leluasa melakukan ekspansi khususnya yang dapat meningkatkan pembiayaan rumah ke segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan milenial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini