Share

Aturan Terbaru Pengangkatan Direksi BUMN

Viola Triamanda, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 320 2610371 aturan-terbaru-pengangkatan-direksi-bumn-xiRaAAhZhy.png Aturan Terbaru Pengangkatan Direksi BUMN. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Pemerintah menerbitkan peraturan baru soal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 24 Tahun 2022 tentang Perubahan atas PP No 45 tahun 2005 Tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara.

Pada PP terbaru ini terdapat tambahan sisipan ayat pada sejumlah pasal. Di antaranya di pasal 14 disisipkan mengenai aturan main pengangkatan direksi.

“Dalam pengangkatan Direksi sebagaimana dimaksud ayat 1 (pasal 14), Menteri menetapkan daftar dan rekam jejak (ayat 1a). Selain itu, Menteri dapat meminta masukan dari lembaga/instansi pemerintah terkait (ayat 1b),” demikian isi beleid tersebut, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Di Depan Ribuan Milenial, Erick Thohir: Jabar Pantas Jadi Pusat Kreatif

Selain itu, dalam hal pengangkatan Direksi mempertimbangkan rekam jejak (pasal 14 ayat 1c). Perubahan lain terdapat di pasal 17, yang menyebutkan bahwa dalam berperilaku sehari-hari, direksi harus memiliki sikap setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 17.A).

Sedangkan di pasal 22 terjadi perubahan yang menyebutkan anggita direksi dilarang menjadi pengurus partai politik dan/atau calon/anggita legislatif, calon kepala/wakil kepala daerah. Pada PP sebelumnya di pasal 22 hanya menyebut anggota direksi BUMN dilarang menjadi pengurus partai politik dan/atau calon/ anggota legislatif.

Baca Juga: Kementerian hingga BUMN Impor Terus, Jokowi: Sekarang Kita Catat Semua di Platform Digital

Adapun yang mencolok di pasal 23 disisipkan satu ayat (2a) yang menyebutkan bahwa pemberhentian direksi bisa dilakukan berdasarkan alasan lain yang dinilai tepat oleh RUPS/Menteri demi kepentingan dan tujuan BUMN.

Adapun pembeberian kesempatan untuk membela diri, tidak diperlukan selama yang bersangkutan tidak berkeberatan atas pemberhentian tersebut (pasal 23 ayat 5a).

Sementara di pasal 27 disisipkan bahwa setiap anggota direksi tidak dapat dipertanggung jawabkan atas kerugian, apabila dapat membuktikan sejumlah hal, diantaranya kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya, telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan BUMN, tidak memiliki benturan kepentingan setta mampu mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

Beleid ini juga menghapus satu ayat di pasal 56 (ayat 5) yang menyebutkan, bahwa pembelaan komisaris dan dewan pengawas ketika diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS bisa disampaikan tertulis kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh menteri dapam waktu 14 hari terhitung sejak anggota komisaris dan dewan pengawas bersangkutan diberitahu.

Ayat ini diganti dengan mencantumkan pasal 5a. “Pemberian kesempatan membela diri tidak diperlukan dapam hal bersangkutan tidak berkeberatan atas pemberhentian tersebut,” demikian bunyi ayat 5a pengganti ayat 5 pasal 56 beleid tersebut.

Aturan ini juga mengubah pasal 96 yang memungkinkan karyawan BUMN sebelum menginjak usia 50 tahun bisa diangkat sebagai direksi pada BUMN lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini