Share

Cerita Jokowi Ditelepon Perdana Menteri yang Minta Dikirimkan Stok Minyak Goreng

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 14 Juni 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 320 2611134 cerita-jokowi-ditelepon-perdana-menteri-yang-minta-dikirimkan-stok-minyak-goreng-V791M4CP2v.jpg Presiden Jokowi Ditelepon PM Negara Lain Minta Dikirimkan Minyak Goreng. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ditelpon seorang Perdana Menteri suatu negara beberapa hari lalu. Perdana menteri tersebut meminta Presiden Jokowi mengirimkan stok minyak goreng.

"Dua hari yang lalu malam, saya mendapatkan telpon dari seorang perdana menteri gausah saya sebutkan beliau meminta-minta betul Presiden Jokowi tolong dalam sehari dua hari ini kirim yang namanya minyak goreng," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga: Mendag Ungkap Oknum Penyelewengan Minyak Goreng di Jawa Barat

Jokowi mengatakan, jika Indonesia tidak mengirimkan stok minyak goreng maka negara asal perdana menteri itu akan mengalami krisis.

"Stok kami betul-betul sudah habis dan kalau barang ini (minyak goreng) tidak datang akan terjadi krisis sosial ekonomi yang berujung juga pada bisnis politik dan itu sudah terjadi di negara yang namanya Sri Lanka," kata Jokowi.

Baca Juga: Beli Minyak Goreng Bakal Pakai Barcode PeduliLindungi

Jokowi mengungkapkan bahwa berdasarkan data bank dunia IMF akan ada kurang lebih 60 negara yang akan ambruk ekonominya. Dan 40 diperkirakan pasti akan ambruk.

Menurut Jokowi, situasi saat ini adalah situasi adalah situasi yang tidak mudah karena ketidakpastian global. Muncul berbagai ancaman seperti ancaman krisis pangan, ancaman krisis energi, dan ancama kenaikan inflasi yang menghantui semua negara.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Maka, Jokowi meminta agar pemerintah pusat dan daerah untuk menyiapkan segalanya agar tidak terjadi kelangkaan baik pangan maupun energi.

"Dan kita ini negara besar pangannya juga butuh pangan yang besar, energinya juga butuh energi yang besar baik untuk kendaraan maupun untuk industri untuk rumah tangga dan lain-lain. Tetapi ancaman krisis pangan ini juga bisa kita jadikan peluang karena lahan kita yang besar banyak yang belum dimanfaatkan banyak yang belum produktif," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini