Share

Belanja di E-Commerce Bakal Kena Bea Meterai Rp10 Ribu, Sudah Tepat?

Heri Purnomo, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 320 2611348 belanja-di-e-commerce-bakal-kena-bea-meterai-rp10-ribu-sudah-tepat-XS2xoaCS5B.JPG Belanja online bakal kena materai. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Praktisi dan konsultan marketing dari Inventure Yuswohady mengatakan rencana kebijakan pemerintah mengenakan bea meterai untuk term and condition (T&C) yang ada di berbagai platform digital seperti e-commerce dinilai terlalu cepat jika tetapkan saat ini.

Hal tersebut dikarenakan saat ini pandemi di Indonesia masih berjalan dan dampak pandemi terhadap masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.

"Seharusnya dikasih ruang terlebih dahulu, jangan terlalu cepat, agar pelaku e-commerce dan masyarakat ada masa transisi untuk bangkit dari dampak pandemi," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (13/5/2022).

Yuswohady mengatakan penetapan kebijakan tersebut harus dilakukan dengan kajian yang mendalam.

 BACA JUGA:Belanja Online Bakal Kena Bea Materai Rp10 Ribu, Begini Reaksi E-Commerce

Karena ini berdampak terhadap kondisi E-commerece ke depannya. Menurutnya kondisi industri E-commerece saat ini masih dalam tahap berkembang.

Disisi lain, dirinya mendukung kebijakan tersebut karena menurutnya kebijakan tersebut karena memiliki dua kepentingan, yakni kepentingan dari pemerintah untuk memperluas pajak melalui bea materai.

Sedangkan dari sisi pelaku merupakan kewajiban warga negara.

Sebelumnya, pemerintah berencana mengenakan bea meterai di berbagai platform digital seperti e-commerce.

Nantinya biaya yang dikenakan sebesar Rp10.000 untuk setiap transaksi di atas Rp5 juta pada platform digital.

Hal ini sesuai dengan Pasal 3 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

Dimana aturan mengenai pengenaan bea materai sebesar Rp10.000 untuk setiap transaksi di atas Rp5 juta pada platform digital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini