Share

Garuda Indonesia Punya Rencana Bisnis Baru hingga 2030, Apa Saja?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2022 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 320 2612912 garuda-indonesia-punya-rencana-bisnis-baru-hingga-2030-apa-saja-u7y0dzMmjh.jpg Garuda Indonesia Siapkan Rencana Bisnis 2030. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk sudah menyiapkan rencana bisnis hingga 2030, meski tengah berjibaku dengan restrukturisasi utang sebesar Rp142 triliun. Rencana ini tertuang dalam proposal perdamaian yang telah dipaparkan kepada kreditur.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut, rencana bisnis GIAA telah disampaikan kepada kreditur saat negosiasi berlangsung. Tujuannya memberikan keyakinan kepada pemegang piutang bahwa bisnis penerbangan plat merah cukup menjanjikan ke depannya.

Baca Juga: Proses Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia Kompleks dan Melelahkan

"Waktu negosiasi kreditur sampaikan (rencana bisnis) sampai 2030," ungkap Irfan kepada wartawan di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2022).

Irfan mengklaim kreditur memandang rencana bisnis Garuda Indonesia hingga 2030 cukup realistis. Pasalnya, rencana ini didasarkan pada asumsi pemulihan (recovery) industri penerbangan dalam negeri.

Keputusan Kementerian BUMN selaku pemegang saham yang memfokuskan bisnis Garuda di pasar domestik pun menjadi pondasi kuat bagi rencana bisnis maskapai penerbangan nasional ini ke depan.

Baca Juga: Ajukan Proposal Damai, Ternyata Utang Garuda Segini Banyaknya

"Bisnis plan kita dianggap realistis karena membandingkan dan memasukkan asumsi recovery industri ini. yang ingin saya sampaikan kami percaya industri akan membaik, kami percaya banyak fokus ke fokus domestik," kata dia.

Manajemen pun berencana menambah jumlah armada pesawatnya. Penambahan ini setelah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) emiten di Pengadilan rampung. Irfan Setiaputra menilai jumlah pesawat perusahaan yang berkurang signifikan selama pandemi Covid-19 hingga optimisme atas hasil PKPU, maka diperlukan penambahan jumlah armada pesawat.

"Dengan jumlah pesawat yang kami miliki ditambah hasil PKPU ini, kami akan meningkatkan, menambah jumlah pesawat,” kata dia.

Meski begitu, Irfan enggan merinci berapa pesawat baru yang dibutuhkan dan kapan direalisasikan. Pada November 2021, Kementerian BUMN mencatat jumlah pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia hanya sekitar 50-60 saja. Sementara armada yang di parkiran ada 125 pesawat, terdiri 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.

Jumlah armada emiten dengan kode saham GIAA ini dikonfirmasi langsung Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. Lelaki sapaan akrab Tiko ini menyebut rute perbangan Garuda berkurang drastis. Lantaran, penerbangan tidak difokuskan pada rute yang tidak menguntungkan secara bisnis dan menguatkan rute-rute super premium.

Dalam catatanya, rute penerbangan emiten diperkirakan turun dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Pemangkasan itu sejalan dengan pengembalian sejumlah armada kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini