Share

Nominal Utang Garuda Indonesia di Proposal Restrukturisasi Tambah Rp370 Miliar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 320 2613301 nominal-utang-garuda-indonesia-di-proposal-restrukturisasi-tambah-usd25-juta-aXvbavF9OU.png Nominal Utang Garuda Indonesia Bertambah. (Foto: Okezone.com/Garuda)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia mengungkapkan terjadi perubahan nominal surat utang dalam proposal restrukturisasi utang. Awalnya nominal surat utang mencapai USD800 juta, namun terjadi kenaikan menjadi USD825 juta. Kenaikan terjadi usai negosiasi manajemen dengan kreditur.

"Bentuknya utang dengan nilai total USD825 juta (setara Rp370 Miliar dengan kurs Rp14.833/USD), ada peningkatan dari draft sebelumnya USD800 juta," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra, Jumat (17/6/2022).

Baca Juga: Voting PKPU Garuda Indonesia Diumumkan Hari Ini, Apa Hasilnya?

Penerbitan surat utang, lanjut Irfan, menjadi poin penting penyelesaian utang Garuda Indonesia. Pasalnya, surat utang menjadi instrument restrukturisasi bagi kreditur dengan nilai tagihan di atas Rp255 juta.

Utang Garuda Indonesia yang ditetapkan Tim Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sebesar Rp142 triliun. Jumlah ini terdiri atas Daftar Piutang Tetap (DPT) lessor, DPT preferen, dan DPT non lessor.

Baca Juga: Garuda Indonesia Punya Rencana Bisnis Baru hingga 2030, Apa Saja?

Jumlah utang emiten bersandi saham GIAA ini tercatat naik dari laporan sebelumnya, di mana hingga kuartal III-2021 utang perusahaan mencapai Rp139 triliun.

Dilansir dari laman PKPU Garuda, Kamis (16/6/2022), jumlah utang lessor atau perusahaan penyewa pesawat mencapai Rp 104,37 triliun, DPT non lessor sebesar Rp 34,09 triliun, dan DPT preferen senilai Rp3,95 triliun.

Adapun jumlah kreditur yang sudah terverifikasi oleh Tim Pengurus PKPU baru mencapai 501 entitas. Jumlah ini terdiri dari non lessor 355 entitas, lessor 123 entitas, preferen 23 entitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini