Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Pasang Surut Industri Penerbangan RI, Bagaimana Nasib Terbarunya?

Koran SINDO , Jurnalis-Sabtu, 18 Juni 2022 |18:06 WIB
Mengulik Pasang Surut Industri Penerbangan RI, Bagaimana Nasib Terbarunya?
Pasang Surut Industri Penerbangan Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA Industri penerbangan di Indonesia telah mengalami pasang surut. Di samping itu, transportasi udara juga masih sangat dibutuhkan sebagai alat transportasi.

Keindahan alam geografis berbentuk kepulauan yang terbentang luas diatas pesawat, menjadi hal favorit bagi para penumpang yang suka dengan pemandangan.

Setelah dua tahun diterpa pandemi Covid-19, penerbangan di seluruh bandara Indonesia akan segera dipulihkan kembali.

Baca Juga: Syarat Penerbangan Dilonggarkan, Jumlah Penumpang hingga Kargo Pesawat Semakin Meningkat

Adapun surutnya industri penerbangan ini karenakan adanya pengaruh krisis global yang datang secara tiba-tiba dan berjangka panjang.

Krisis itu meliputi, krisis minyak global pada tahun 1970-an, perang Iran-Irak di tahun 1980-an, Peran Teluk tahun 1990-1991, krisis moneter di Asia padsa tahun 1997-1998), aksi terorisme di Amerika Serikat pada bulan September tahun 2001, adanya wabah Severe Acutre Respiratory Syndrome (SARS), krisis financial dunia (2008), hingga krisis pandemi Covid-19 pada 2020 hingga sekarang.

Baca Juga: Industri Penerbangan Bangkit, Menhub: Saya Optimis dalam Waktu Dekat

Serta adapun indikator yang mendukung pemulihan bisnis penerbangan nasional ini adalah 70% penumpang transportasi udara domestik, tingkat vaksinasi covi-19 di Indonesia tinggi, penurunan kasus covid-19, pelonggaran pembatasan perjalanan jarak jauh maupun dekat, permintaan masyarakat yang mulai meningkat terhadap transportasi udara.

Sementara itu, dikutip Okezone dari Koran Sindo, pada Sabtu (18/06/2022) berikut jumlah penumpang pesawat domestik pada September 2020 - April 2022:

1. 30 september 2021: 2 juta penumpang

2. 31 Oktober 2021: 2,9 juta penumpang

3. 30 November 2021: 3,5 juta penumpang

4. 31 Desember 2021: 4 juta penumpang

5. 1 Januari 2022: 3,9 juta penumpang

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement