JAKARTA - Modus begal rekening atau yang lebih populernya social engineering (soceng), saat ini sedang ramai dibicarakan masyarakat di twitter.
Pasalnya modus pembegalan rekening yang sedang terjadi di Indonesia saat ini membuat khawatir para masyarakat yang mempunyai tabungan di bank.
Modus pembegalan yang sering dibilang soceng ini sangat cepat membuat uang nasabah bank terkuras kurang dari 5 menit.
Dirangkum Okezone, Senin (20/6/2022) pelaku akan berusaha menipu korban agar memberikan data pribadi seperti nomer akses terhadap data-data, yang meliputi nomor kartu kredit, PIN, OTP, CVV/CVC, nama ibu
kandung dan data personal lainnya,
Setelah memberikan akses data pribadi, pelaku langsung
mengambil seluruh data yang diberikan sebelum korbannya sadar bahwa dia telah ditipu.
Modus penipuan soceng beragam, yakni lewat telepon, ada juga yang meminta file yang didownload, minta isi pulsa hingga yang paling sering terjadi lewat link.
Pelaku juga akan menghubungi korban soal info tarif transfer.
Di mana korban dikirimnkan link untuk mengisi data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.
Tidak hanya itu, penipu biasanya menawarkan jasa upgrade menjadi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Whatsapp.
Nasabah juga bisa tertarik terhadap tawaran tersebut, lantaran promosi yang cukup menggiurkan berupa rendahnya ketentuan minimal tabungan yang harus dimiliki, bank reguler untuk meningkatkan tabungan menjadi Prioritas maupun Solitaire hanya Rp10 juta.
Kemudian akun-akun palsu tersebut akan muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan.
Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya.
Sehingga diarahkan ke website palsu pelaku.
(Zuhirna Wulan Dilla)