Share

Mendag Bilang Masalah Minyak Goreng Bukan karena Mafia, Begini Respon Petani

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615405 mendag-bilang-masalah-minyak-goreng-bukan-karena-mafia-begini-respon-petani-fckJD0malC.JPG Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut tidak ada mafia yang mengakibatkan harga minyak goreng melambung tinggi.

Dia menyebut harga monyak goreng yang tinggi itu karena keterlambatan dalam mengantisipasi penjualan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dijual berlebihan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto menilai, seharusnya Mendag perlu mendukung Kejaksaan Agung untuk membersihkan bisnis kotor yang dilakukan mafia di industri sawit.

 BACA JUGA:Mendag Sebut Masalah Minyak Goreng Bukan karena Mafia

"Apa yang dikatakan Mendag justru dipandang menutup-nutupi persoalan besar mafia migor yang merugikan masayarakat banyak," ungkapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (21/6/2022).

Selain itu, menurut Darto, pernyataan Mendag dinilai kontra produktif dengan kebijakan yang tegas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di mana Presiden mengeluarkan kebijakan pelarangan sementara ekspor Crude Palm Oil/CPO dan bahan baku migor untuk merespon ketidakpatuhan para konglomerat indusri sawit.

Serta untuk memenuhi kebutuhan CPO dalam negeri.

"Di sini letak persoalannya, dan sudah seharusnya Mendag perlu mengawasi dan membuat kebijakan dan regulasi yang mengawasi ini," ucapnya.

Dia menambahkan industri sawit ini kental dengan monopoli.

Dia menduga beberapa konglomerat sawit besar selaku trader yang menentukan harga dan distribusi CPO di Indonesia.

Hal itu karena pasca penangkapan mafia migor, kebijakan pelarangan sementara ekspor belum diputuskan, tetapi harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani terjadi gejolak yang cukup signifikan.

"Ini bisa dikatakan bahwa mafia dan permainan harga sawit itu memang betul-betul terjadi. Terlalu jauh dan menyederhanakan persoalan jika kita hanya mengambil faktor kenaikan harga CPO internasional sebagai dalang dibalik kenaikan dan kelangkaan migor maupun anjloknya harga TBS di tingkat petani," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini