Share

Beli Bensin Pakai Ponsel, Bikin Ribet Enggak?

Ikhsan Permana, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616787 beli-bensin-pakai-ponsel-bikin-ribet-enggak-rWIB4ffso1.jpeg Ilustrasi BBM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan penggunaan aplikasi MyPertamina sebagai langkah pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sangat rumit.

Bahkan, dikhawatirkan bisa memicu perkelahian.

"kalau pembatasan model Pertamina menggunakan MyPertamina itu menurut saya akan sangat ribet, bahkan akan menimbulkan bisa juga perkelahian dengan petugas SPBU yang mau beli mengatakan saya berhak ternyata ditolak, dan juga antrean nanti akan panjang," ungkap Fahmy dalam program Market Review di IDX Channel, Kamis (23/6/2022).

 BACA JUGA:Bayar Bensin Bisa Pakai HP, Pertamina Bahaya Tidak?

Dia menambahkan kelemahan lain dari penggunaan aplikasi MyPertamina adalah tidak semua masyarakat memiliki perangkat seluler.

"Itu kan aplikasi yang menggunakan gadget kan gak semua penduduk bisa memiliki gadget kemudian juga tidak semua daerah ada sambungan internet ya yang bagus. Nah hal semacam itu saya kira yang akan merepotkan dan justru akan menjadi kontra produktif," jelasnya.

Menurutnya, kalau memang BBM ingin dibatasi supaya tepat sasaran, lebih baik dibuat kategori yang berhak menerima, seperti sepeda motor, angkutan orang dan angkutan barang.

Dia juga menyampaikan harus ada edukasi kepada masyarakat sebagai konsumen bahwa sekarang harga minyak dunia sangat mahal.

Sehingga kebijakan pembatasan BBM harus diambil.

"Kemudian juga perlu public communication bahwa penggunaan Pertamax itu jauh lebih baik bagi mesinnya, bahkan barangkali lebih hemat, ini yang tidak pernah dilakukan oleh Pertamina," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini