Share

Bank Indonesia Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Harga Energi dan Pangan Global

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 23 Juni 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616952 bank-indonesia-waspadai-tekanan-inflasi-akibat-harga-energi-dan-pangan-global-L88xK78dZT.JPG Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa inflasi domestik meningkat karena tingginya tekanan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia.

Pada Mei 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat inflasi sebesar 0,40% (mtm) atau 3,55% (yoy).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,47%, seiring dengan peningkatan harga komoditas global.

"Inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,58% (yoy) di tengah meningkatnya permintaan domestik dan konsistensi kebijakan BI dalam menjaga ekspektasi inflasi," ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis(23/6/2022).

 BACA JUGA:Bank Indonesia Catat Aliran Masuk Modal Asing Sebesar USD1,5 Miliar

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan akibat cuaca. Inflasi kelompok administered prices juga masih tercatat tinggi dipengaruhi oleh inflasi angkutan udara dan energi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Ke depan, tekanan inflasi IHK meningkat didorong oleh kenaikan harga energi dan pangan global. Inflasi IHK pada 2022 diprakirakan sedikit lebih tinggi dari batas atas sasaran, dan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada 2023," jelasnya.

Dia menyebutkan, BI terus mewaspadai tekanan inflasi ke depan dan dampaknya pada ekspektasi inflasi.

Serta menempuh kebijakan penyesuaian suku bunga apabila terdapat tanda-tanda kenaikan inflasi inti.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini