Share

6 Fakta Utang RI Capai Rp7.040 Triliun, Negara Lain Kondisinya Lebih Gawat

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 05:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 320 2617317 6-fakta-utang-ri-capai-rp7-040-triliun-negara-lain-kondisinya-lebih-gawat-XhiYLdR9Aw.jpg Utang Indonesia Capai Rp7.040 Triliun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Utang Indonesia capai Rp7.040 triliun. Namun Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, besarnya utang di negara lain rasionya lebih besar dan dramatis.

Sri Mulyani juga memastikan bahwa Indonesia tidak akan seperti Sri Lanka yang kesulitan membayar utang jatuh temponya.

Okezone merangkum fakta-fakta menarik terkait besaran utang RI, Sabtu (25/6/2022):

1. Rasio Utang RI Turun

Rasio utang RI terhadap PDB saat ini sebesar 39% dengan nominal utang Rp7.040,32 triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani utang luar negeri Indonesia justru semakin menurun di tengah kondisi global yang tidak pasti dan bergejolak.

Bahkan, rasio utang ini dinilainya sehat karena adanya penurunan rasio terhadap PDB.

Baca Juga: Utang RI Capai Rp7.000 Triliun, Menko Luhut: Itu Masih Kecil, Tidak Masalah

2. Utang di Negara Lain Bagaimana?

Jika dibandingkan utang negara lain, tentu rasio utang Indonesia masih lebih kecil.

"Beberapa negara bahkan rasio utangnya dramatis, sudah mencapai di atas 60% bahkan ada yang 80% bahkan 100% terhadap PDB," ungkap Sri dalam UI International Conference on G20.

3. Kondisinya Lebih Dramatis

Menurutnya, masih banyak negara yang mengalami defisit sangat dalam. Bahkan bagi negara yang berpenghasilan rendah dan rentan, kondisinya menjadi tidak berkelanjutan.

Baca Juga: Utang Meningkat, Rhenald Kasali Ingatkan Pelajaran dari Tragedi Subprime Mortgage Crisis Amerika

Dia merasa khawatir melihat banyaknya negara berpenghasilan rendah yang berada dalam risiko yang sangat mengerikan atau mendekati krisis keuangan.

"Menurut IMF, lebih dari 60 negara berada dalam kondisi yang sangat rentan secara finansial. Oleh karena itu, dunia perlu merespon," pungkas Sri.

4. Utang RI Aman

Sri mencatat penerimaan yang kuat dari ledakan komoditas berhasil mendorong penurunan rasio utang terhadap PDB sebesar 13%.

"Pandemi sekarang sudah memasuki tahun ketiga, tapi masih banyak negara yang mengalami defisit sangat dalam. Beberapa negara bahkan rasio utangnya dramatis, sudah mencapai di atas 60% bahkan ada yang 80% bahkan 100% terhadap PDB," ungkap Sri dalam UI International Conference on G20.

5. Awas Tragedi Subprime Mortgage Crisis Amerika

Akademisi dan Praktisi Bisnis Rhenald Kasali mengatakan, yang dialami Amerika Serikat ketika krisis perekonomian 2008 disebut dengan subprime mortgage crisis. Tentu apa yang terjadi di AS waktu itu perlu diwaspadai karena jumlah utang Indonesia terus meningkat.

Pada 2014, menurut data dari pemerintah utang pemerintah Republik Indonesia baru mencapai Rp2.608,7 triliun. Maka kondisi pada 2022 khusus Februari telah mencapai Rp7.014,58 triliun.

"Jadi memang jumlah utang kita meningkat hanya saja patut kita syukuri karena PDB kita juga meningkat, sehingga secara proporsional memang kita mengalami suatu kemajuan dari perekonomian sehingga secara proporsional sebetulnya tidak begitu menyeramkan akan jadi masalah kalau utangnya meningkat tetapi pendapatan nasional tidak mengalami peningkatan," ujarnyA.

6. Kata Luhut Utang RI Tidak Masalah

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi soal utang Indonesia sebesar Rp7.000 triliun.

"Saya minta pada teman-teman GAMKI, adik-adik juga, selalu lah bicara dengan data. Jangan pakai perasaan. Banyak pengamat-pengamat itu asal ngomong aja, ngomong nggak dia lihat sumber datanya bener nggak," ujar Luhut.

Luhut pun meminta masyarakat untuk melihat ini penting supaya kita jangan salah terbawa mengenai utanglah yang ribuan triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini