Share

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Lebih Mudah atau Sulit?

Heri Purnomo, iNews · Jum'at 24 Juni 2022 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 320 2617813 beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-lebih-mudah-atau-sulit-nGuuFCr7Ox.JPG PeduliLindungi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah buka suara soal rencana pemerintah melakukan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan PeduliLindungi dinilai tidak akan optimal.

"kebijakan ini menurut saya tidak akan optimal. Menggunakan peduli lindungi tidak akan mengurangi potensi penyalahgunaan," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (24/6/2022).

Menurutnya, kebijakan tersebut akan tetap berpotensi terhadap penyelewengan.

Alasannya karena selisih harga minyak goreng curah dengan minyak goreng premium cukup tinggi.

"Dari selisih itu akan mengundang oknum-oknum untuk bermain mencari keuntungan dengan melakukan penimbunan, penyelundupan, mengubah dari migor curah jad migor kemasan yang harga nya lebih mahal," jelasnya.

 BACA JUGA:Beli Minyak Goreng dengan PeduliLindungi, Luhut: Untuk Kebaikan Bersama

Adapun terkait pelaksanaan pembelian tidak akan menyulitkan.

Apalagi tidak semua masyarakat mengkonsumsi minyak goreng curah dan penggunaannya dinilai mudah.

"Kalau menyulitkan menurut saya ngga. Kalau mau gampang jangan beli minyak goreng curah, kan bisa beli minyak goreng kemasan yang tidak perlu pakai aplikasi peduli lindungi. Jadi orang yang akan beli migor curah adalah mereka yg memang membutuhkan. Dan aplikasi peduli lindungi juga sangat mudah digunakan," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, segera memulai transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR).

Pemerintah pun akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK.

Menko Luhut mengatakan, pemerintah melakukan upaya perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penggunaan PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat dan dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan juga kenaikan harga minyak goreng.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini