Share

SKK Migas Sebut Kepercayaan Global pada Pekerja Migas RI Kian Baik

Antara, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619847 skk-migas-sebut-kepercayaan-global-pada-pekerja-migas-ri-kian-baik-WruXAtD87p.jpg Migas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan bahwa kepercayaan global terhadap pekerja industri hulu migas Indonesia kian membaik.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan ada beberapa pekerja lokal yang sudah mendapatkan promosi bekerja di sektor operasional global.

"Di beberapa perusahaan internasional seperti di BP plc dilaporkan ada dua orang yang tadinya dari luar negeri, kemudian dipromosikan untuk menjadi pejabat di BP Tangguh. Kemudian di Indonesia ada tiga orang yang ditugaskan di global operation mereka," kata Dwi dalam konferensi pers Indonesian Human Resource Summit (IHRS) di Badung, Bali, Selasa (28/6/2022).

Selain itu terdapat pula satu pekerja lokal Exxon yang mendapatkan promosi ke Houston di Amerika Serikat (AS).

"Jadi ini saya melihat kepercayaan terhadap tenaga kerja Indonesia sudah semakin baik," imbuhnya.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas pekerja migas lokal, SKK Migas telah memiliki cetak biru SDM yang diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian Indonesian Oil and Gas (IOG) 4.0 di Indonesia.

Dwi menjelaskan salah satu faktor terpenting dalam perubahan adalah faktor manusia, sehingga change management menjadi program yang sangat penting.

SKK Migas mengkomunikasikan IOG 4.0 secara intens kepada semua pihak yang terlibat, sehingga membangun kejelasan visi dan kemudian membawa semua pihak untuk terlibat atau on board dalam upaya pencapaian visi tersebut.

Sejak Maret 2022 SKK Migas telah melaksanakan sesi diskusi kepada seluruh manajemen Pertamina subholding upstream dan para pimpinan tertinggi human resource di KKKS. Change Management Rollout IOG 4.0 ke seluruh KKKS diharapkan akan rampung pada akhir 2022.

Selanjutnya SKK Migas memiliki strategi talent pool dan kompetensi yang disiapkan untuk meningkatkan kompetensi pekerja hulu migas di area yang kritikal bagi IOG 4.0 dan menyediakan wadah talent pool sebagai database pekerja hulu migas yang terintegrasi.

SKK Migas menjalankan strategi crossposting untuk mengisi kebutuhan atas tenaga kerja dan knowledge transfer antar KKKS dengan SKK Migas, baik itu business unit di Indonesia maupun headquarter KKKS tersebut.

Pada Juni 2022 SKK Migas bersama ExxonMobil Cepu Limited dan Petrochina International Jabung Limited telah menandatangani nota kesepahaman terkait crossposting dan pengembangan tenaga kerja.

Selanjutnya strategi terakhir SKK Migas adalah mengembangkan kompetensi pekerja untuk mengidentifikasi dan menutup gap kompetensi antara kompetensi eksisting dengan kompetensi yang diperlukan untuk mencapai IOG 4.0.

"Blueprint ini membuat kami tahu tentang apa saja yang mesti disiapkan dan masalah yang dihadapi dalam sepuluh tahun ke depan," jelas Dwi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Egon Syahrial mengatakan transformasi digital merupakan salah satu strategi yang tepat untuk membangkitkan kembali aktifitas sektor energi pada masa normal baru akibat pandemi COVID-19. Transformasi akan memudahkan industri energi mengatur proses pekerjaan dan SDM untuk produktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, SDM dan lingkungan kerja yang adaptif diperlukan mengingat pola kerja hibrid tidak lagi terelakkan.

"Perusahaan dan individu dituntut untuk berpikir out of the box dengan mengoptimalkan berbagai fasilitas dan prosedur agar pekerjaan tetap dapat berjalan lancar tanpa kendala. Transformasi tidak terelakkan dan terjadi di segala tataran kehidupan, baik secara organisasi maupun secara individu," kata Ego.

Lebih lanjut dia menyampaikan peningkatan kualitas SDM dalam era digital perlu difokuskan dalam memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai teknologi yang berwawasan lingkungan.

Penguasaan teknologi sekaligus menjadi kunci untuk memberikan nilai tambah terhadap proses-proses yang selama ini dilakukan di perusahaan industri hulu migas.

Nilai tambah tersebut dapat berupa nilai tambah waktu untuk mempercepat atau mempersingkat proses; nilai tambah finansial untuk meningkatkan pendapatan, mengefisienkan biaya, meningkatkan investasi; maupun nilai tambah lainnya secara sosial, kelestarian lingkungan, budaya, dan sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini