Share

Wall Street Merosot, Dow Jones Turun 491 Poin

Antara, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 278 2620084 wall-street-merosot-dow-jones-turun-491-poin-7D4ZB8Kh1d.jpg Wall Street Berakhir Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa. Investor melakukan aksi jual karena data kepercayaan konsumen mengerikan sehingga mengurangi optimisme dan memicu kekhawatiran atas resesi menjelang musim laporan keuangan perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 491,27 poin atau 1,56% menjadi 30.946,99 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 78,56 poin atau 2,01% menjadi berakhir di 3.821,55 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 343,01 poin atau 2,98% menjadi ditutup di 11.181,54 poin.

Baca Juga: Wall Street Turun Akibat Melemahnya Saham Pertumbuhan

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing tergelincir 4,03% dan 3,01% atau memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,7% atau menjadi satu-satunya sektor yang memperoleh keuntungan.

"Pasar baik-baik saja hari ini sampai angka kepercayaan konsumen ke luar. Itu lemah dan pasar segera mulai menjual," ujar Presiden Chase Investment Counsel Charlottesville, Peter Tuz, dikutip dari Antara, Rabu (30/6/2022).

Dengan akhir bulan dan kuartal kedua dua hari lagi, indeks acuan S&P 500 berada di jalur untuk penurunan persentase paruh pertama terbesar sejak 1970. Ketiga indeks berada di jalur untuk mencatat dua penurunan kuartalan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2015.

Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Rencana The Fed Naikkan Suku Bunga

"Pada titik tertentu penjualan agresif ini akan menghilang tetapi sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat," kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey.

Data yang dirilis pada Selasa pagi (28/6/2022) menunjukkan indeks kepercayaan konsumen dari The Conference Board turun ke level terendah sejak Februari 2021, dengan ekspektasi jangka pendek mencapai level paling pesimistis dalam hampir satu dekade.

Kesenjangan yang semakin besar antara komponen "situasi saat ini" dan "ekspektasi" Conference Board telah melebar ke tingkat yang sering mendahului resesi.

Dengan sedikit katalis pasar dan pelaku pasar bersiap untuk liburan akhir pekan keempat Juli, aksi jual hari itu tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada laporan kepercayaan konsumen, kata Tom Hainlin, ahli strategi investasi nasional di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis, Minnesota.

"Sulit untuk menghubungkan (volatilitas pasar) ke satu titik data ekonomi dengan begitu banyak kebisingan di sekitar penyeimbangan kembali portofolio pada akhir kuartal," kata Hainlin.

"Tidak banyak informasi baru di luar sana, namun Anda melihat lingkungan saham yang bergejolak ini," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak akan ada banyak informasi baru sampai perusahaan mulai menyampaikan (laporan) laba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini