Share

Sederet Fakta Garuda Indonesia Terselamatkan dari Utang hingga Bangkrut

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 03 Juli 2022 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 320 2622488 sederet-fakta-garuda-indonesia-terselamatkan-dari-utang-hingga-bangkrut-YnEUvlAiQ7.jpg Garuda Indonesia selamat dari kebangkrutan (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berhasil melakukan perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Hal ini membuktikan bahwa pemerintah berusaha memastikan Garuda terhindar dari kebangkrutan.

Berikut sederet fakta Garuda Indonesia terselamatkan dari utang yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

1. Tambah Operasional Penerbangan 2 Kali Lipat

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah setelah PKPU untuk memastikan keberlanjutan perusahaan. Salah satunya dengan mengoperasikan pesawat dua kali lipat dari jumlah sekarang atau sekitar 70 pesawat.

"Dari segi operasional kita tidak pernah berhenti. Jadi dari waktu ke waktu kita ingin memastikan bahwa alat produksi kita semakin bertambah banyak yaitu pesawat," jelas Irfan, dilansir dari VOA Indonesia.

Irfan menjelaskan, strategi penambahan pesawat merupakan bagian dari rencana bisnis yang sudah disampaikan kepada kreditur dan telah disetujui. Ia berharap tidak ada kebijakan pembatasan mobilitas warga karena Covid-19 sehingga maskapai Garuda bisa bergerak secara leluasa.

2. Optimistis Bisnis Garuda Akan Hasilkan Keuntungan

Dia mengatakan tidak takut bersaing dengan perusahaan penerbangan lainnya dan justru menilai persaingan sebagai tantangan yang harus dihadapi oleh Garuda Indonesia. Irfan optimistis bisnis Garuda akan menghasilkan keuntungan, meski ia belum mau membuka target perusahaan saat ini.

Dalam waktu dekat, dia juga akan memastikan pembayaran utang kepada kreditur dengan nilai di bawah Rp255 juta yang dimasukkan dalam operasional perusahaan.

"Sekitar dalam waktu tiga bulan akan diselesaikan yang dibawah Rp255 juta. Dan tentu saja, kita akan meneribitkan surat hutang baru untuk Rp825 juta," tambah Irfan.

3. Bakal Diguyur PMN Rp7,5 Triliun

Garuda Indonesia bakal diguyur Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun. Anggaran PMN bersumber dari cadangan pembiayaan investasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.

Garuda Indonesia akan mengalokasikan dana PMN untuk perbaikan armada pesawat. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebut pihaknya akan mengalokasikan separuh dari PMN Garuda untuk perbaikan sejumlah pesawat. Separuh lainnya akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan.

"Memang nanti salah satu penggunaan PMN Rp7,5T triliun yaitu untuk mempercepat rekondisi dan perawatan pesawat, sehingga bisa beroperasi penuh lagi harapannya di kuartal IV kita bisa lakukan full capacity," ungkap Tiko saat konferensi pers, Selasa (28/6/2022).

4. Ubah Skema Sewa Pesawat

Garuda Indonesia akan mengubah skema sewa pesawat (leasing). Perubahan skema sewa pesawat ini dilakukan usai Garuda Indonesia mengantongi homologasi atau kesepakatan damai dengan kreditur dalam sidang PKPU.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut sewa pesawat akan dilakukan, bila pesawat tersebut akan dioperasikan.

"Untuk sewa pesawat akan diberlakukan ke depan adalah dimana kita hanya akan membayar bila lewat tersebut akan kita terbangkan," ungkap Irfan dalam konferensi pers, Selasa (28/6/2022).

Sistem sewa pesawat Garuda Indonesia merupakan salah satu penyebab utang maskapai penerbangan pelat merah ini menggunung. Tercatat, harga sewa pesawat Garuda Indonesia bervariasi mulai dari Rp2,4-18 miliar, tergantung jenis pesawat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini