Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebut Sertifikasi, Menteri ATR: Mafia Tanah yang Ngaku-Ngaku Langsung Dipidana

Ikhsan Permana , Jurnalis-Senin, 04 Juli 2022 |07:18 WIB
Kebut Sertifikasi, Menteri ATR: Mafia Tanah yang Ngaku-Ngaku Langsung Dipidana
Menteri ATR Hadi Tjahjanto kebut sertifikasi tanah (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA – Penyelesaian sertifikat tanah di kabupaten dan kota terus dikebut. Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto menargetkan sebelum tahun 2022 berakhir ada tiga sampai lima kabupaten/kota di setiap provinsi telah memiliki sertifikat tanah lengkap.

"Untuk sertifikat sendiri saya sudah punya target bahwa sebelum atau berakhirnya tahun 2022 itu ada kota atau Kabupaten yang sudah berstatus Kabupaten lengkap atau kota lengkap artinya seluruh kabupaten itu atau kota itu semuanya sudah di sertifikatkan tanahnya, ada setiap provinsi ada tiga atau empat atau lima," kata Hadi dalam program Podkabs yang ditayangkan channel Youtube Sekretariat Kabinet RI, dikutip Senin (4/7/2022).

Dia menambahkan, seandainya itu bisa terjadi artinya di Indonesia baru pertama kali ada wilayah yang bisa tersertifikat secara penuh. Dia bahkan tak menoleransi aksi mafia tanah yang mengganggu tercapainya target tersebut.

"Kita bisa sampaikan bahwa wilayah itu adalah menjadi wilayah yang memberlakukan hukum positif artinya apa, hukum positif ketika ada investor datang, tenang, karena semua sudah tersertifikat dengan baik. Kemudian kalau ada mafia tanah dia juga gak bisa ngaku-ngaku, kalau dia ngaku-ngaku, itu langsung kita pidanakan, itu target saya," ujar Hadi.

Hadi mengaku yakin dengan target yang dibuatnya, bahkan dirinya mengungkapkan 95% keyakinannya untuk merealisasikan target tersebut.

"Saya katakan 95% saya berani mengatakan itu, karena yang 5% adalah%tase kegagalan, ada ini itu ya kurang lebih 5%, karena saya harus turun ke lapangan," tegasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement