Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis, Sri Lanka Cari Duit Rp8,8 Triliun untuk Beli BBM

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Selasa, 05 Juli 2022 |16:58 WIB
Krisis, Sri Lanka Cari Duit Rp8,8 Triliun untuk Beli BBM
Sri Lanka bangkrut. (Foto: VOA)
A
A
A

JAKARTA - Sri Lanka dikabarkan tengah berjuang keras mengumpulkan USD587 juta atau setara Rp8,82 triliun untuk membayar pengiriman BBM. (Kurs:Rp15.030)

Dikutip VOA, Sri Lanka kekurangan uang setelah negara tersebut mengalami krisis.

Adapun negara berpenduduk 22 juta jiwa ini tidak mampu membayar impor bahan makanan, pupuk, obat-obatan dan BBM yang penting karena krisis dolar yang parah.

Menteri Tenaga Kerja Kanchana Wijesekera menjelaskan kalau pengiriman BBM baru sedang disiapkan.

 BACA JUGA:Krisis Sri Lanka, Sopir Taksi Sampai Nginap 2 Hari di SPBU

Namun, pihaknya sedang berjuang mengumpulkan cukup uang untuk membayar pengiriman itu karena bank sentral hanya dapat memasok sekitar USD125 juta.

Sri Lanka kini anya memiliki sisa cadangan 12.774 ton solar dan 4.061 ton bensin.

“Minggu ini kami membutuhkan 316 juta dolar untuk membayar pengiriman baru. Jika kami menambahkan dua pengiriman minyak mentah, maka jumlahnya akan meningkat menjadi USD587 juta,” ujar Wijesekera dikutip VOA, Selasa (5/7/2022).

Untuk pengiriman pertama 40.000 ton diesel dari Coral Energy diharapkan tiba pada 9 Juli dan pembayaran sebagian pengiriman sebesar 49 juta dolar sudah harus dilakukan untuk pengiriman kedua dari Vitol pada Kamis (7/7/2022).

Sebagai informasi, akibat keterbasan BBM itu membuat Sri Lanka pekan lalu menutup sekolah, meminta PNS untuk bekerja dari rumah, dan membatasi pasokan BBM pemerintah untuk layanan penting.

Negara tersebut harus berusaha mengumpulkan dana dari pasar terbuka dan mencari opsi pembayaran yang lebih fleksibel dari pemasok.

Kemudian, rencana untuk menyelesaikan utang sebesar USD800 juta dolar kepada tujuh pemasok untuk pembelian BBM tahun ini sedang dibahas.

Lalu, pejabat-pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan akan terus melangsungkan pembicaraan dengan Sri Lanka untuk kemungkinan penyediaan dana talangan sebesar USD3 miliar.

Sayangnya, pencairan dana talangan segera dari IMF tidak memungkinkan karena negara harus terlebih dahulu memulihkan beban utangnya pada jadwal yang mampu dikelola oleh negara itu.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement