Share

Korban Skimming, Uang Nasabah Raib Rp2,7 Miliar

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 320 2624098 korban-skimming-uang-nasabah-raib-rp2-7-miliar-PJk59KrgmK.jpg Korban Kena Skimming Kehilangan Uang Miliaran Rupiah. (Foto: Okezone.com/NBC News)

MEDAN - Puluhan nasabah Bank Sumut menjadi korban skimming hingga kehilangan uang di rekening senilai Rp2,7 miliar.

Skimming adalah kejahatan pencurian data nasabah yang biasanya menggunakan penangkap data (data captured) yang dipasang sedemikian rupa di mesin ATM. Data yang didapat kemudian digunakan untuk pembobolan rekening nasabah.

"Kami jajaran PT Bank Sumut mengakui bahwa itu benar adanya bahwa dana tersebut dicuri oleh pelaku sebagai modus skimming, suatu alat yang dipasang di mesin ATM," ujar Direktur Utara Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-Ciri ATM yang Dipasang Alat Skimming

Aksi kejahatan skimming itu terungkap setelah melihat bukti rekaman kamera pengintai (CCTV) yang terpaksa di mesin ATM di Supermarket Diamond, Kecamatan Medan Johor.

"Ini terjadi di area publik. Bukan di kantor cabang. Kami sudah membuktikan lewat CCTV dan rekaman CCTV akan kami serahkan ke kepolisian," ujar Rahmat.

Dia menyebutkan, kemungkinan besar pelaku skimming bukan berasal dari Indonesia. Sebab, dari rekaman kamera pengawas terlihat pelaku berwajah Rusia dan Timur Tengah.

Baca Juga: 13 Jenis Cyber Crime yang Paling Populer di Era Digital

Dalam aksi itu, pelaku berhasil mencuri uang sebesar Rp2,7 miliar dari 83 nasabah Bank Sumut. Total uang yang hendak dibobol para pelaku sebenarnya Rp 4,5 miliar, namun sisanya tak bisa ditarik karena Bank Sumut langsung memblokir transaksi dengan bank luar.

"Itulah yang menyebabkan kami masih bisa mencegah sisanya tidak bisa diambil. Jadi yang bisa kita selamatkan ada Rp 1,8 miliar yang ditolak transaksinya," jelasnya.

Dia memastikan, uang nasabah yang hilang di rekening akibat kejahatan itu sudah diganti oleh Bank Sumut. Dia juga meminta nasabah untuk melapor ke Bank Sumut jika saldo rekening mereka tiba-tiba berkurang.

Terkait kejadian ini, Rahmat memastikan bahwa deposito nasabah yang sempat raib sudah diganti oleh Bank Sumut. Untuk itu, ia meminta kepada nasabah untuk segera melapor ke Bank Sumut.

"Seluruh kerugian nasabah sudah kami ganti. Nasabah juga kami sudah hubungi agar mengganti ATM-nya ke cabang terdekat. Uang tabungan sudah masuk tapi tidak bisa ditarik, ganti dulu kartunya," ucap Rahmat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini