Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Brent dan WTI Turun hingga 2%

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |07:20 WIB
Harga Minyak Brent dan WTI Turun hingga 2%
Minyak dunia. (Foto: Reuters)
A
A
A

Analis di bank investasi Goldman Sachs dan UBS mengatakan harga minyak turun karena kekhawatiran resesi.

UBS mengutip berbagai alasan, termasuk penurunan perdagangan minyak sebagai lindung nilai inflasi, dolar AS yang lebih kuat, dana lindung nilai yang bereaksi terhadap momentum harga minyak negatif, lindung nilai produsen, dan kekhawatiran pembatasan mobilitas baru di China.

Serta Federal Reserve AS diperkirakan akan terus menaikkan suku bunga, open interest di WTI berjangka turun pekan lalu ke level terendah sejak Mei 2016 karena investor mengurangi aset berisiko.

"Ada kekhawatiran yang tidak dapat disangkal tentang kehancuran permintaan resesi, ditambah, open interest WTI di posisi terendah multi-tahun telah menciptakan sedikit krisis likuiditas," kata direktur eksekutif energi berjangka Robert Yawger di Mizuho.

Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan prospek ekonomi global telah "suram secara signifikan" sejak April dan dia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan resesi global tahun depan mengingat risiko yang meningkat.

Pembukaan pekerjaan AS turun kurang dari yang diharapkan pada Mei, menunjuk ke pasar tenaga kerja yang masih ketat yang dapat membuat kebijakan Federal Reserve agresif karena mencoba menurunkan inflasi tinggi ke target 2,0%.

Sebagai informasi, harga minyak juga terpukul oleh melonjaknya dolar AS, yang mencapai level tertinggi hampir 20 tahun terhadap sekeranjang mata uang, membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Di China, importir minyak terbesar dunia, pasar khawatir bahwa penguncian Covid-19 baru dapat memangkas permintaan.

Impor minyak mentah China dari Rusia pada Mei melonjak 55% dari tahun sebelumnya ke level rekor.

Rusia menggantikan Arab Saudi sebagai pemasok utama, dengan penyulingan mengambil pasokan yang didiskon karena negara-negara Barat memberi sanksi kepada Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Lebih lanjut menekan harga minyak, Equinor ASA mengatakan semua ladang minyak dan gas yang terkena dampak pemogokan di sektor perminyakan Norwegia diperkirakan akan kembali beroperasi penuh dalam beberapa hari.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement