Share

Backlog Rumah 12,75 Juta, Pondok Indah Mertua Jadi Pilihan Utama

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 470 2625260 backlog-rumah-12-75-juta-pondok-indah-mertua-jadi-pilihan-utama-RaoTACiJlM.jpg Backlog Rumah di Indonesia Sampai 12 Juta. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa masyarakat masih kesulitan untuk bisa memiliki rumah. Bahkan kata dia, banyak masyarakat yang akhirnya memilih tinggal di rumah mertua atau sewa.

Sri Mulyani mengatakan, persoalan papan Indonesia ada dari supply dan demand side. Supply adalah yang memproduksi dan membangun rumah, demand itu adalah yang membutuhkan rumah.

Baca Juga: 200 Ribu Rumah Dapat Fasilitas Kredit Murah, Cek Lokasinya

"Pasar hanya bisa tercipta kalau dua sisi ini bertemu, tapi kalau ada constraint, mereka tidak ketemu, atau bertemu di level equilibrium yang tidak mencerminkan kebutuhan papan," ujar Sri Mulyani.

Itu berarti, lanjutnya, yang membutuhkan rumah apalagi Indonesia demografinya masih relatif muda. Generasi muda akan berumah tangga, membutuhkan rumah tapi tidak bisa afford mendapatkan rumah. Purchasing power generasi muda dibandingkan harga rumahnya lebih tinggi, sehingga mereka akhirnya end-up tinggal di rumah mertua, atau dia nyewa.

Baca Juga: 7 Tanda Rumah Sudah Diincar Maling, Awas Jangan Lengah!

"Itu pun kalau mertuanya punya rumah juga, kalau ga punya rumah, itu juga jadi masalah lebih lagi, menggulung per generasi," ungkap Sri.

Namun, Sri Mulyani mengatakan bahwa sisi supply juga ada masalah. Harga tanah selalu ever-increasing, terutama di perkotaan dan bahan-bahan baku perumahannya.

Kontribusi sektor perumahan dan sharenya terhadap APBN cukup signifikan, apalagi ditambah dengan aspek penciptaan kesempatan kerja.

"Dia punya multiplier effect yang besar dan juga share-nya terhadap PDB di atas 13%. Namun, ini belum klop. Kita punya gap antara demand dengan purchasing power, itu namanya harap-harap cemas. If you can exercise your demand, it means you have purchasing power. Saya bermimpi punya rumah dan saya berencana punya rumah, keduanya berbeda, mimpi ya mimpi, kalau berencana ya berarti sudah ada daya belinya untuk mengeksekusi rencananya," terang Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini