SOLO - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kalau dalam menggabungkan gagasan dari berbagai perspektif negara-negara asing tidak mudah.
Menurutnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19, isu perubahaan iklim dan ancaman krisis global saat ini harusnya membuat kepala negara duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi kepada keuntungan, namun kebermanfaatan hidup orang banyak.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman delegasi yang sudah mengikuti persidangan sejak dua hari, saya yakin dan saya tahu bahwa kita gampang untuk menyatukan ide-ide dari berbagai negara," ujar Bahlil pada saat Gala Diner bersama para peserta TIIWG, Kamis (7/7/2022).
BACA JUGA:Menter Bahlil Ungkap Perdebatan Anggota G20 di TIIWG Tahap ke-2 Solo
Meski sulit, perumusan kebijakan perlu dilakukan diskusi yang lebih banyak lagi ke depannya.
Sebab menghadap isu global hari ini bukan tanggung jawab satu negara, melainkan seluruhnya.
"Kita berfikir bijak untuk mencari jalan keluar, persoalan global, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara, tapi tanggung jawab kita semua," bebernya.
Perbedaan kepentingan dan ideologi menjadi salah satu tantangan persidangan TIIWG tahap kedua ini.
"Perbedaan dan perdebatan itu adalah sebuah anugerah, tapi harus kita mencari solusi yang bijak sana, saya melihat ini yang menjadi perdebatan Tersebut ada Tingkatan lagi pada forum tingkat Menteri," jelasnya.
"Karena kemiskinan dan lapangan pekerjaan merupakan satu isu global yang harus kita selesaikan, dari forum ini kita berharap menghasilkan kesimpulan-kesimpulan dari suatu negara," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.