Share

5 Fakta Nonaktifkan Kepesertaan BPJS hingga Banyak Masyarakat Lupa Bayar Iuran Kesehatan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 10 Juli 2022 05:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 320 2625937 5-fakta-nonaktifkan-kepesertaan-bpjs-hingga-banyak-masyarakat-lupa-bayar-iuran-kesehatan-HBNg5BBEjv.jpeg Cara Nonaktifkan Kepesertaan BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA BPJS Kesehatan baru bisa dinonaktifkan jika peserta telah meninggal dunia atau pindah ke luar negeri.

Sebagaimana diketahui, BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

BPJS Kesehatan memberikan sejumlah layanan medis untuk masyarakat.

Baca Juga: Cek Iuran BPJS Kesehatan Hari Ini

Berikut fakta nonaktifkan kepesertaan BPJS hingga banyak masyarakat lupa bayar iuran kesehatan yang dirangkum di Jakarta, Minggu (10/7/2022):

1. Secara Online

Berdasarkan catatan Okezone, berikut cara menonaktifkan BPJS Kesehatan secara online:

- Buka aplikasi E-Dabu (bisa didownload atau melalui browser).

- Lakukan pendaftaran, kemudian log in dengan username dan password yang sebelumnya dibuat.

- Pilih menu "Mutasi Peserta", lalu pilih menu "Data Peserta".

- Akan muncul seluruh daftar peserta.

- Pilih nama yang akan dinonaktifkan dari kepesertaan.

- Pilih "Nonaktifkan Peserta".

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan 1,2 dan 3 Dihapus, Berikut Fasilitas Kesehatan yang Didapat di Kelas Standar

2. Secara Offline

Berdasarkan catatan Okezone, berikut cara menonaktifkan BPJS Kesehatan secara offline:

- Siapkan berkas peserta yang akan dinonaktifkan, misalnya seperti surat keterangan kematian.

- Datangi kantor BPJS terdekat.

- Petugas akan memproses.

3. Masyarakat Berat Bayar Iuran

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyebut bahwa masih banyak masyarakat yang berat membayar iuran BPJS dengan berbagai alasan.

"Kalau beli rokok, Rp150 ribu sebulan masih oke, nah tapi kalau bayar iuran BPJS Kesehatan Rp42 ribu merasa berat," ujar Ghufron dalam acara public expose pengelolan program dan keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2021, di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Banyak Masyarakat Lupa Bayar Iuran Kesehatan

Gufron mengatakan, banyak masyarakat yang mengeluhkan lupa membayar iuran BPJS Kesehatan. Pada ujungnya, ketika membutuhkan pertolongan cepat mengalami kesulitan dalam proses pengurusan.

"Tiap hari saya menerima keluhan masyarakat, rata-rata lupa bayar. Pada saat sakit atau kecelakaan tiba-tiba butuh cepat, mereka kesulitan urus-urusnya," tandasnya.

5. Skema Pembayaran Iuran Kelas 1, 2 dan 3 akan Dihapus

BPJS Kesehatan akan menghapus skema pembayaran iuran kelas 1, 2 dan 3. Adapun rencana penghapusan kelas BPJS Kesehatan akan dimulai pada Juli 2022.

Di mana, iuran BPJS Kesehatan nantinya akan disesuaikan dengan besaran gaji peserta. Berikut fakta iuran kelas 1,2 dan 3 dihapus yang dirangkum di Jakarta.

Pejabat pengganti sementara (Pps) Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BPJS Kesehatan Arif Budiman mengatakan, saat ini masyarakat sudah terinformasi bahwa pada 1 Juli 2022 itu adalah rencana uji coba penerapan kelas rawat inap standar di beberapa rumah sakit.

Akan tetapi, dia menjelaskan bahwa uji coba baru dilakukan di rumah sakit milik pemerintah saja.

“Dalam hal ini kurang dari 10 rumah sakit milik kementerian kesehatan yang tersebar di beberapa wilayah,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini