Share

Alasan Industri Properti Masih Tunda Kenaikan Harga

Heri Purnomo, iNews · Jum'at 08 Juli 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 320 2626032 alasan-industri-properti-masih-tunda-kenaikan-harga-mRuOHNAIe3.JPG Ilustrasi rumah. (Freepik)

JAKARTA - Wakil Sekjen DPP Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Herry Sulistyono mengatakan bahwa saat ini sektor properti belum ada kenaikan harga meski adanya kenaikan inflasi yang tinggi.

Hal itu karena saat ini yang dilakukan para pelaku di sektor properti adalah dengan menekan margin agar dapat menjaga pangsa pasar supaya daya beli masyarakat terus meningkat.

"Selama inflasi tersebut masih seperti sekarang dan BI belum menaikan suku bunga, kita masih bisa mengcover dengan menekan margin dan belum menaikkan harga dulu, kecuali jika kenaikan inflasi dan harga bahan bangunan tidak bisa di cover maka tidak ada pilihan lain, selain menaikan harga," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (8/7/2022).

 BACA JUGA:Kenaikan Inflasi, Bagaimana Nasib Sektor Properti?

"Di satu sisi karena terbatasnya kemampuan daya beli yang ada di masyarakat kita karena dampak pandemi yang terus menerus," tambahnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, dia menjelaskan bahwa adanya dukungan dari pemerintah dengan berlanjutnya insentif pajak dapat membantu masyarakat yang ingin mendapatkan properti.

"Dengan adanya bantuan pemerintah terkait masalah pembebasan itu (insentif pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah atau ppndtp), mulai sedikit mengangkat, terutama sektor perumahan di bawah Rp5 miliyar, dan itu cukup membantu bagi mereka yang ingin mendapatkan properti," katanya.

Dia pun berharap dengan kondisi seperti saat ini, pihaknya tetap optimistis meski adanya kenaikan inflasi yang mungkin akan berdampak terhadap kenaikan harga bahan bangunan.

"Kita masih optimistis, mengingat kita juga punya tanggung jawab moral bahwa sektor properti ini juga menyumbang untuk roda perekonomian, dan kami berharap kendala seperti sekarang bisa diatasi dengan baik oleh pihak kita dan pemerintah," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini