Share

Lokasi Favorit WNI Sembunyikan Harta di Luar Negeri hingga 4 Fakta Tax Amnesty Jilid II Berakhir

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 10 Juli 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 09 320 2626673 lokasi-favorit-wni-sembunyikan-harta-di-luar-negeri-hingga-4-fakta-tax-amnesty-jilid-ii-berakhir-f0nRfTK21M.jpg Tax Amnesty Jilid II Selesai. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Ada tiga lokasi favorit WNI (Warga Negara Indonesia) sembunyikan harta di luar negeri. Di antaranya Singapura, Hong Kong dan British Virgin Islands.

Berikut fakta lokasi favorit WNI sembunyikan harta di luar negeri hingga tax amnesty jilid II berakhir yang dirangkum di Jakarta, Minggu (10/7/2022).

1. Singapura

Dihimpun Okezone dari berbagai sumber, berdasarkan data negara asal deklarasi atau repatriasi di Program Pengungkapan Sukarela (PPS), ada tiga negara dengan jumlah deklarasi harta terbanyak.

Baca Juga: Daftar Peserta Tax Amnesty Jilid II, Ada PNS, Penyanyi hingga YouTuber

Adapun tiga negara tersebut yaitu Singapura, British Virgin Islands, dan Hong Kong.

“Singapura mayoritas. [Ada] Rp56,96 triliun yang hartanya di Singapura, dengan jumlah peserta 7997 wajib pajak. Dari Rp56,96 triliun ini, kita memperoleh [PPh final] Rp7,29 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (1/7/2022).

2. British Virgin Islands

Kemudian, posisi kedua ditempati British Virgins Islands dengan nilai harta sebesar Rp4,9 triliun berasal dari 50 wajib pajak. PPh final yang dikantongi pemerintah dari deklarasi yakni Rp601,9 miliar.

Baca Juga: 11 Konglomerat RI Ikutan Tax Amnesty, Berapa Harta yang Diungkap?

3. Hong Kong

Sementara di posisi ketiga ditempati Hong Kong, dengan total deklarasi harta mencapai Rp3,5 triliun yang berasal dari 432 wajib pajak. PPh final yang diperoleh dari deklarasi mencapai Rp440 miliar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

4. Tax Amnesty Jilid II Berakhir

Program Pengungkapan Sukarela atau tax amnesty jilid II diikuti 247.928 wajib pajak dengan 308.059 surat keterangan telah mengikuti PPS.

"Dan untuk total keseluruhan jumlah PPh adalah senilai Rp61,01 triloiun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers, Jumat (1/6/2022).

Dalam program PPS ini, Ditjen Pajak membagi dua kategori wajib pajak melalui dua kebijakan yakni kebijakan satu untuk harta yang diperoleh sebelum 31 desember 2015, dan kebijakan II adalah harta yang diperoleh dari 2016 sampai 31 Desember 2020.

"Berdasarkan hasil yang didapat, komposisi penerimaan dalam PPS ini lebih banyak diterima dari para wajib pajak di kebijakan 1,' jelasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini