Share

Pengusaha Mal dan Hotel Waspadai Covid-19 dan Khawatir Daya Beli Turun

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 320 2627330 pengusaha-mal-dan-hotel-waspadai-covid-19-dan-khawatir-daya-beli-turun-Xu4cyV82M0.jpg Pengusaha Mal Waspadai Kasus Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sejumlah pengusaha pusat perbelanjaan atau mal dan hotel mewaspadai peningkatan penyebaran kasus Covid-19. Tercatat muncul 2.576 kasus baru di Indonesia hingga Minggu 10 Juli 2022.

Direktur PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) Tjia Daniel Wirawan menyatakan pandemi masih menjadi kendala sekaligus tantangan perusahaan.

"Penurunan daya beli masyarakat yang disebabkan oleh kondisi makro ekonomi yang mengalami tekanan negatif sebagai dampak pandemi Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia, secara langsung mempengarhui hunian pusat perbelanjaan dan hotel," kata Daniel dalam paparan publik pekan lalu dikutip Senin (11/7/2022).

Baca Juga: Vaksin Booster Syarat ke Mal dan Kantor, Berlaku Kapan?

Sebagai catatan, PAMG merupakan perusahaan terbuka yang memiliki aset properti Mall Pekanbaru, dan hotel bintang lima Grand Jatra Hotel.

Daniel juga menyoroti sejumlah regulasi pemerintah terkait potensi pembatasan sosial baru yang dapat membebani konsumen.

Baca Juga: Mau Jalan-Jalan ke Mal di Akhir Pekan? Eits Baca Dulu Aturan Masuknya

"Mahalnya transportasi antar-kota, sehingga ini mempengaruhi tingkat hunian hotel yang juga berpengaruh terhadap kunjungan pusat perbelanjaan," tuturnya.

Demi mengantisipasi tantangan itu, perseroan sedang mempersiapkan sejumlah strategi seperti mengeluarkan diskon sewa kepada pada tenant mal, mengadakan program diskon dan undian bagi pengunjung, dan menyelenggarakan event.

Sejalan dengan pemulihan ekonomi, menurut Daniel, fungsi pusat perbelanjaan di Indonesia sudah mulai bergeser, bukan hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga tempat berkumpul, meeting point, dan bersosialisasi.

"Sehingga perseroan akan membuat dan merenovasi kios eksisting yang masih kosong menjadi tempat usaha food & beverage untuk disewakan. Dengan adanya perubahan tersebut, perseroan optimis itu akan menjadi sumber pendapatan baru," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini