Share

Generasi Muda Semakin Sulit Punya Rumah, Begini Penjelasan REI

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 11 Juli 2022 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 470 2627520 generasi-muda-semakin-sulit-punya-rumah-begini-penjelasan-rei-OcluIMUhb3.JPG Rumah. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan kalau ditengah ancaman inflasi yang semakin tinggi bakal membuat generasi muda sulit memiliki hunian.

Hal tersebut menjadi tantangan pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan yang pada tahun 2021 angkanya tercatat mencapai 12,75 juta.

Bahkan angka tersebut bertambah dari jumlah pada tahun sebelumnya yaitu 11,4 juta.

"Iya itu salah satu penyebabnya, mau tidak mau harga rumah sederhana itu pasti naik, karena sudah 3 tahun ini mengalami perubahan harga," ujar Totok kepada MNC Portal Indonesia, Senin (11/7/2022).

 BACA JUGA:Kenaikan Inflasi, Bagaimana Nasib Sektor Properti?

Menurut Totok selama pandemi Covid-19 demand masyarakat terhadap perumahan mengalami pelemahan.

Sehingga bertambahnya backlog bukan disebabkan oleh suply, tapi demand yang berkurang.

"Suply sih bagus, cuma dalam kondisi saat ini kan kecenderungan dengan kenaikan yang ada di dunia mau tidak mau harga rumah akan naik, bagaimana kita mensiasati agar suply and demand ini bisa seimbang," lanjutnya.

Sehingga benar apa yang dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada beberapa hari yang lalu.

Di mana dia menyebut kaum muda saat ini bakal sulit untuk memiliki hunian pribadi karena adanya inflasi.

"Kan material memang naik terjadinya inflasi, inflasinya ini kan penyebabjya dia, pandemi dan perang," sambungnya.

"Dengan kondisi ini kita harus mengatur biar tidak seperti Amerika, Amerika terjadi kenaikan harga yang average nya 19,7% jadi sampai naik 2 kali lipat, ternyata yang transaksinya tidak ada," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini