Nilai tersebut lebih tinggi dibanding 8.6% di bulan Mei kemarin.
Apabila angka CPI sesuai dengan prediksi para analis dan pengamat ekonomi atau lebih kuat daripada persentase di bulan Mei, maka kemungkinan kuat The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi pada pertemuan bulan Juli ini.
"Pertanyaan paling bernilai saat ini adalah seberapa kuat cara The Fed mengerem ini," kata Ekonom University of Cincinnati, Hernan Moscoso Boedo, dilansir ABC News.
Suku bunga yang tinggi akan mendongkrak mata uang USD di perdagangan, terutama setelah didorong rilis data non farm payroll pada Jumat kemarin (8/7/2022) yang melonjak di atas prediksi para pelaku pasar.
Kenaikan USD juga akan semakin meningkat berkat sifatnya sebagai safe haven investor dari aset berisiko di pasar ekuitas
Dolar yang tinggi bakal semakin menenggelamkan Rupiah lebih dalam, dan dapat menjadi katalis negatif bagi makro dalam negeri.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.