2. Media Sosial yang sangat bebas berpendapat (free speech)
Diketahui pula Elon Musk kerap kali menyinggung perihal kebebasan berbicara di akun twitter pribadinya. Baginya, Twitter adalah alun-alun kota digital tempat untuk bertukar pendapat.
“Kebebasan berbicara adalah dasar dari implementasi demokrasi dan Twitter adalah alun-alun kota digital di mana hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan," ujar CEO SpaceX ini saat mengumumkan kesepakatannya dengan Twitter itu.
3. Berniat mengubah model bisnis Twitter
Di awal pengambilalihan Twitter, Elon Musk akan menghapus saham Twitter dan akan menjadikannya sebagai aset privat. Ia menyebut langkah itu akan memberinya kebebasan untuk membuat perubahan terhadap Twitter.
Ia juga berencana memberi ruang cuitan yang lebih panjang dan menambah fitur menyunting cuitan. Serta memastikan seluruh pengguna Twitter adalah manusia bukan bot yang dioperasikan komputer.
Elon Musk juga ingin mengubah Twitter tidak lagi mengandalkan iklan, melainkan memasang layanan berlangganan dan lebih tertarik pada langganan klaimnya.
Demikian 3 alasan terbesar mengapa dulu Elon Musk ngotot beli Twitter.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.