Share

Investasi Mobil Listrik di Indonesia Biayanya 4 Kali Lipat

Rizky Fauzan, MNC Portal · Kamis 14 Juli 2022 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 320 2629252 investasi-mobil-listrik-di-indonesia-biayanya-4-kali-lipat-rgmzZZ9o3d.jpg Investasi Blue Bird di Mobil Listrik. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengungkapkan bahwa investasi mobil listrik lebih mahal 4 kali lipat dibandingkan dengan mobil konvensional.

Wakil Direktur Utama Blue Bird Andre Djokosoetono megatakan, pihaknya telah mendatangkan 50 unit mobil listrik untuk menambah kepemilikan menjadi 110 unit. Investasi BIRD untuk mobil listrik tergolong besar dengan setiap unitnya berkisar antara Rp600 juta–650 juta.

Baca Juga: Jokowi Buka-bukaan soal Kenapa Elon Musk Harus Investasi di RI

Rencananya unit kendaraan listrik tersebut akan dioperasikan di Bandung, Tangerang, dan Jakarta.

"Investasinya memang mahal, 4 kali lipat ya dibandingkan dengan mobil konvensional. Jadi sekitar Rp600juta–650 juta per unit," kata Andre di kantor Bluebird, Kamis (14/7/2022).

Andre mengatakan, berterus terang bahwa rata-rata kendaraan listrik memang masih mahal harganya. Menurutnya memang ada mobil listrik yang harganya juga lebih murah tetapi kapasitasnya sangat kecil.

Baca Juga: Elon Musk Kirim Utusan ke Indonesia, Presiden: Untuk Periksa Potensi Nikel

Bahkan kapasitas penumpang bisa hanya dua kursi. Belum lagi hanya bisa menempuh jarak pendek dengan sekali diisi ulang.

"Blue Bird telah memulai penerapan armada listrik untuk layanan taksi. Dimulai dengan peluncuran 25 unit BYD E6 A/T dan 4 unit Tesla Model X 75D sejak 2019 di Jakarta," katanya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Andre menuturkan, Jluumlah armada mobil yang dimiliki oleh Bluebird mencapai lebih dari 24.000 unit, sementara untuk mobil listriknya mencapai 60 unit, 30 unit untuk taksi dan 30 unit untuk rental.

"Hingga saat ini, totalnya ada empat model mobil listrik Bluebird, yaitu Tesla X 75D untuk e-Silverbird, BYD E6 dan BYD T3 untuk e-Bluebird serta Hyundai Ionic dan Kona untuk kendaraan sewa jangka panjang Goldenbird," tuturnya.

Secara umum, Bluebird menargetkan untuk melakukan peremaajan dan penambahan armada sekitar 4.000-5.000 unit, menyesuaikan dengan kondisi pasar. Selaras dengan momentum KTT G20 di Bali yang dilaksanakan pada November mendatang, perseroan juga telag berkolaborasi dengan Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan mengoperasikan kendaraan listrik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini