Share

Krisis Pangan di Depan Mata, Menkeu AS Minta G20 Gerak Cepat!

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Jum'at 15 Juli 2022 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 320 2630324 krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat-YevbPC9CBN.jpg Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)

BALI - Krisis pangan bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Mengingat pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina belum juga berakhir.

Soal krisis pangan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen meminta negara G20 untuk gerak cepat. Yellen mengingatkan, jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani krisis pangan memberatkan fiskal.

"Kita harus memikirkannya dalam jangka pendek dan jangka panjang. Saat ini kita menghadapi konflik perubahan iklim, guncangan ekonomi, covid-19 dan sekarang perang di Ukraina membuat tantangan krisis global, krisis pangan dan energi," ujar Yellen di Nusa Dua, Jumat (15/7/2022).

Menghadapi krisis pangan, kata Yellen, tidak perlu lagi membentuk institusi baru untuk mengatasi krisis pangan global. Janet menyarankan agar organisasi dan forum yang ada saat ini untuk bekerja sama lebih erat dengan negara-negara dalam menangani krisis pangan global.

"Kita tidak membutuhkan institusi baru. Yang kita butuhkan adalah koordinasi yang kuat, berbagi pengetahuan, penelitian dan pengembangan, pendanaan dan tindakan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan krisis pangan akan berlangsung hingga tahun depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan krisis pangan terjadi dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

"Ini bukan kabar baik bagi kita semua. Pandemi yang belum selesai dan perang yang berlangsung di Ukraina kemungkinan akan memperburuk ketahanan pangan akut 2022 yang sudah parah, yang kita semua sudah lihat bersama," kata Sri Mulyani.

Selain krisis pangan, Sri Mulyani memandang krisis pupuk yang terjadi saat ini akan mengancam ketahanan pangan. Sri Mulyani bilang, krisis pangan bisa terjadi hingga 2023 dan waktu selanjutnya.

"Krisis pupuk yang mengancam juga berpotensi memperburuk krisis pangan hingga 20223 dan seterusnya. Ada urgensi di mana krisis pangan ini harus ditangani," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini