Share

IMF: Kebijakan Larangan Ekspor Bisa Perparah Krisis Pangan Dunia

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Sabtu 16 Juli 2022 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 16 320 2630574 imf-kebijakan-larangan-ekspor-bisa-perparah-krisis-pangan-dunia-mwX77BObuX.jpg Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva (Foto: Okezone)

BALI - Sejumlah negara melakukan larangan ekspor bahan pangan untuk menjaga stok dan stabilitas harga. Dana Moneter Internasional (IMF) menilai kebijakan tersebut justru akan memperparah krisis pangan.

Saat ini, krisis pangan mulai berdampak kepada banyak negara di dunia. Krisis pangan dipicu oleh gangguan rantai pasok sejak pandemi covid-19 dan berlanjut hingga perang di Ukraina.

Berdasarkan data World Food Programme (WFP) jumlah orang yang rawan pangan akut meningkat jadi 345 juta di 82 negara. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Giorgieva mengatakan, kondisi ini semakin diperparah dengan kenaikan harga energi dan pangan dan larangan ekspor di berbagai negara. 

"Lebih buruk lagi, sekitar 25 negara telah bereaksi terhadap harga pangan yang lebih tinggi dengan mengadopsi pembatasan ekspor yang mempengaruhi lebih dari delapan persen perdagangan pangan global," kata dia di Nusa Dua, Sabtu (16/7/2022).

Krisis pangan juga dipicu oleh kenaikan harga pupuk dua kali lipat selama setahun terakhir juga memperumit respons untuk ketersediaan pasokan makanan. Pasokan pangan global yang terus meningkat selama dekade terakhir juga dinilai perlu dilepaskan untuk menurunkan harga.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

"Ini terjadi pada saat ruang fiskal untuk tindakan pemerintah sudah sangat dibatasi setelah pandemi covid-19. Di luar jangka pendek, perubahan iklim secara struktural mempengaruhi produktivitas pertanian di banyak negara," tukas dia.

Menurutnya, untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) memerlukan tindakan jangka pendek dan jangka panjang di empat bidang utama. Keempat langkah ini disebut IMF dapat membantu masyarakat global terhindar dari kerawanan krisis pangan yang meningkat.

"Memberikan dukungan segera kepada yang rentan, memfasilitasi perdagangan dan pasokan makanan internasional,  meningkatkan produksi, dan berinvestasi dalam pertanian yang tahan iklim," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini