Share

Sari Kreasi Boga (RAFI) Bakal IPO, Lepas 948 Juta Saham

Tim Okezone, Okezone · Senin 18 Juli 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 278 2631562 sari-kreasi-boga-rafi-bakal-ipo-lepas-948-juta-saham-DDcldnP1ZM.jpg RAFI bakal IPO. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) bakal melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Dikutip dari Harian Neraca, mana perseroan akan melepas sebanyak 948 juta sahamnya.

Emiten pengelola waralaba Kebab Turki ini akan melepas 30,31% saham.

Adapun RAFI bakal menawarkan sahamnya di harga Rp120-Rp130 per saham. Masa book building perseroan adalah pada 18-22 Juli 2022.

 BACA JUGA:Debut IPO, Saham DEWI Tembus Auto Rejection Atas

Kemudian, PT Investindo Nusantara Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek ini.

Diketahui, Sari Kreasi Boga adalah suatu perseroan terbatas yang saat ini bergerak di bidang penjualan bahan baku dan waralaba makanan dan minuman. Waralaba makanan dan minuman yang dimiliki dan dikuasai oleh perseroan adalah Kebab Turki Babarafi, Container Kebab by Babarafi, Smokey Kebab, Sueger, Kebab Kitchen, Babarafi Café, Ayam Utuh, Jellyta, Raffi Express, dan Ayam Pul.

RAFI telah miliki 969 outlet mitra waralaba yang tersebar di seluruh kota besar yang ada di Indonesia seperti DKI Jakarta, Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, D.I.Y Yogyakarta, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sehingga rren meningkatnya perusahaan untuk menggelar IPO cukup tinggi, meski kondisi pasar dinilai belum kondusif dihantui kenaikan inflasi global.

Tapi EI optimis jumlah perusahaan yang IPO akan melampaui IPO di tahun lalu. Bahkan Indonesia masih menjadi negara dengan IPO teraktif di wilayah Asia Tenggara di tengah melemahnya pasar IPO regional pada kuartal II-2022.

Sebagai informasi, Lead Advisory - Strategy and Transactions Partner Sahala Situmorang PT Ernst & Young Indonesia pernah mengatakan jumlah IPO Indonesia lebih sedikit bila dibandingkan dengan kuartal II/2021 sebanyak 23 perusahaan, tetapi perolehan dana secara signifikan lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD0,5 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini