Share

Debut IPO, Saham DEWI Tembus Auto Rejection Atas

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 18 Juli 2022 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 278 2631330 debut-ipo-saham-dewi-tembus-auto-rejection-atas-d47eUH9NmX.jfif Saham DEWI Tembus ARA. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Harga saham PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) melesat siginfikan dalam debutnya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham DEWI mengalami kenaikan hingga 35% di awal perdagangan hari ini.

Saham emiten budidaya ayam ras dan perdagangan itu pun menembus auto rejection atas (ARA), di level Rp135, dari harga perdananya diRp100. Beberapa detik setelahnya DEWI tampak mulai mengalami tekanan, tetapi masih melambung berkat aksi beli investor.

Baca Juga: Saham DEWI Langsung Meroket 35% Usai IPO

Hingga pukul 09:15 WIB, DEWI tumbuh 26,00% di Rp126. Sebanyak 200,99 juta saham ditransaksikan senilai Rp24,97 miliar. Adapun DEWI juga masuk dalam barisan saham yang paling aktif ditransaksikan.

Diketahui, DEWI menetapkan harga IPO sebesar Rp100 per saham. Perseroan melepas 700 juta saham dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan itu setara 35 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO dengan harga penawaran Rp100 per saham. Dengan demikian, dana hasil IPO yang akan didapat sebesar Rp70 miliar.

Baca Juga: Resmi IPO, Dewi Shri Farmindo Jadi Emiten ke-26 BEI di 2022

DEWI merupakan perusahaan tercatat ke-26 di BEI di tahun 2022. Berdasarkan prospektusnya, Dewi Shri Farmindo adalah emiten yang bergerak di bidang budidaya ayam ras pedaging dan perdagangan eceran hewan ternak.

Kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh DEWI adalah bergerak di bidang budidaya ayam ras pedaging dan perdagangan eceran hewan ternak.

Perseroan bakal memakai sebagian besar dana IPO untuk pengembangan usaha antara lain sekitar Rp7,48 miliar atau 11,71 persen untuk pembelian tanah afiliasi, sekitar Rp3,67 miliar atau 5,74 persen untuk pembelian tanah non-afiliasi seluas 10.773m2.

Kemudian sekitar Rp6,5 miliar atau 10,17 persen untuk pembangunan fasilitas RPA di atas tanah afiliasi, sekitar Rp9,98 miliar atau 15,62 persen untuk pembangunan fasilitas broiler commercial di atas tanah non-afiliasi, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan yang akan digunakan untuk pembelian ayam DOC dan pembelian ayam karkas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini