Share

Harga Minyak Dunia Melonjak, Erick Thohir Sindir Orang Kaya Doyan Tenggak BBM Subsidi

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 19 Juli 2022 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 320 2632527 harga-minyak-dunia-melonjak-erick-thohir-sindir-orang-kaya-doyan-tenggak-bbm-subsidi-lUPihQCVCT.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merespon harga harga minyak mentah dunia yang kian memanas, akibat konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung reda.

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah di pasar global sangat luar biasa. Per Senin (18/7/2022) harga minyak jenis brent ditutup di USD106,27 per barel, naik 5,05 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Erick mengaku dinamika harga minyak dunia berdampak besar pada Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina (Persero). Meski demikian, dia memastikan pemerintah hadir untuk mengantisipasi kemungkinan yang muncul akibat gejolak harga minyak dunia ini.

Salah satunya, memastikan harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, misalnya Solar bersubsidi. Pemerintah memang menambah subsidi dan kompensasi energi tahun ini sebesar Rp 350 triliun.

"Mohon maaf hari ini harga BBM di dunia itu lagi tinggi-tingginya Bapak-bapak, pemerintah sekarang sudah mensubsidi Rp 350 triliun buat BBM dan listrik. (Kenaikan) harga ini luar biasa dengan adanya perang Rusia-Ukraina, katanya mau naik lagi USD 200, tetapi Pak Presiden tetap meminta solar buat nelayan tidak naik," ungkap Erick, Selasa (19/7/2022).

Lantaran BBM disubsidi pemerintah, Erick mengingatkan agar aplikasinya tepat sasaran. Dia khawatir justru BBM bersubsidi justru dinikmati korporasi dan orang-orang kaya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

"Kalau pemerintah hadir kita juga harus introspeksi diri agar BBM tepat sasaran, nah wadahnya ada koperasi," tutur dia.

Dia pun menawarkan agar para nelayan atau petani membentuk sebuah koperasi. Tujuannya mempermudah pendataan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan solar bersubsidi.

"Koperasi tinggal bekerja sama dengan Pertamina memberikan solar yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak diambil lagi industri besar yang dipakai buat kegiatan korporasi. Akhirnya apa? Yang miskin tetap miskin, yang kaya dapat solar subsidi. Mau sampe sampe kapan kita memperbaiki negara kita," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini