Share

ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2% Tahun Ini

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 21 Juli 2022 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 320 2633496 adb-revisi-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-jadi-5-2-tahun-ini-oLl08WeeWl.jpg Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menaikkan prakiraan pertumbuhan untuk Indonesia menjadi 5,2% tahun ini karena permintaan dalam negeri yang bagus dan pertumbuhan ekspor yang stabil.

Revisi proyeksi tersebut diberikan dalam Asian Development Outlook (ADO) Supplement yang dirilis hari ini, naik dari prakiraan ADB sebelumnya pada bulan April sebesar 5,0%.

Revisi prakiraan pertumbuhan dalam edisi tambahan dari publikasi ternama ADB ini juga selaras dengan naiknya proyeksi pertumbuhan Asia Tenggara.

 BACA JUGA:ADB Siap Kucurkan Bantuan Bangun Proyek IKN

Untuk kawasan ini ADB kini memproyeksikan pertumbuhan 5,0% pada 2022, naik dari proyeksi pada bulan April sebesar 4,9%.

Laporan ini memperkirakan inflasi di Indonesia akan lebih tinggi tahun ini sebesar 4,0% dibandingkan dengan proyeksi ADB pada bulan April sebesar 3,6%, akibat tingginya harga komoditas. Untuk 2023, ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,3% dan inflasi mencapai 3,3%.

“Kegiatan ekonomi di Indonesia terus berangsur normal, sedangkan infeksi Covid-19 masih terkendali, terlepas dari naikknya jumlah kasus belakangan ini," ujar Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga dalam keterangannya pada Kamis(21/7/2022).

Dia menambahkan, peningkatan inflasi menurunkan daya beli rumah tangga, tetapi tingginya harga sejumlah komoditas ekspor utama mendatangkan keuntungan berupa penghasilan ekspor dan pendapatan fiskal, sehingga memungkinkan pemerintah untuk memberi bantuan di tengah kenaikan harga pangan, listrik, dan bahan bakar, sambil tetap mengurangi defisit anggaran.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota, 49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini