Share

50% Tambahan Kapasitas Pembangkit Listrik Berasal dari Energi Terbarukan di 2030

Antara, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 320 2633830 50-tambahan-kapasitas-pembangkit-listrik-berasal-dari-energi-terbarukan-di-2030-5nlaiFNHxV.jpg EBT (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) berencana menambah kapasitas pembangkit listrik yang ditargetkan mencapai sekitar 40 gigawatt dengan 50% diantaranya merupakan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).

β€œ10 tahun ke depan PLN akan membangun sekitar 40 gigawatt dan kita komitmen lebih dari 50% bersumber dari renewable energy,” kata Vice President of Financial Institution and Market Research PT PLN (Persero) Maya Rani Puspita dalam Task Force 8 T20 2022 di Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Maya mengatakan hal tersebut telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030 yang menjadi salah satu upaya dalam rangka menuju Net Zero Emission (NZE).

Ia menjelaskan memasukkan 50% kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT ini merupakan langkah PLN dalam mencapai target energi bauran atau fuel mix sebesar 23% pada 2025.

β€œDalam RUPTL kami ditugaskan untuk fuel mix 2025, 23% itu harus dr renewable energy. Artinya kita harus melakukan penambahan pembangkit-pembangkit renewable energy,” jelasnya.

Oleh sebab itu PLN terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga keuangan agar mereka berkenan untuk mendukung upaya Indonesia dalam mencapai NZE.

Di sisi lain Maya mengatakan saat ini suplai dari pembangkit listrik non-EBT masih sangat banyak sehingga diperlukan keseimbangan dalam menuju NZE mengingat besarnya biaya yang harus ditanggung PLN.

β€œIni diperlukan suatu balancing karena perlu ada trade-off bagaimana kita menuju NZE dengan besarnya biaya yang harus ditanggung PLN,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini