Share

Negara Krisis, Wanita Sri Lanka Rela Jual Diri Demi Sesuap Nasi

Feby Novalius, Okezone · Jum'at 22 Juli 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 320 2634428 negara-krisis-wanita-sri-lanka-rela-jual-diri-demi-sesuap-nasi-BGxsbKxVvE.png Wanita di Sri Lanka Rela Jual Diri Demi Makan. (Foto :Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Sri Lanka bangkrut menyebabkan masyarakat utamanya perempuan kehilangan pekerjaan. Mereka pun memutuskan untuk bergabung dengan bisnis prostitusi karena untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah kehilangan pekerjaan.

Perempuan tersebut tadinya bekerja di industri tekstil. Namun karena keterbatasan keterampilan, mereka terpaksa memilih jadi pekerja seks.

Menurut harian Sri Lanka, The Morning, perempuan yang bekerja di industri tekstil beralih ke prostitusi untuk mendapat pekerjaan alternatif. Mereka khawatir akan diberhentikan karena ekonomi negaranya hampir runtuh.

Baca Juga: Pasukan Keamanan Sri Lanka Serang Kamp Pengunjuk Rasa, 50 Orang Terluka

“Kami mendengar bahwa kami dapat kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi di negara ini dan solusi terbaik yang dapat kami lihat saat ini adalah pekerja seks. Gaji bulanan kami sekitar Rs 28.000, dan maksimum yang bisa kami peroleh adalah Rs 35.000 dengan waktu. Tapi melalui terlibat dalam pekerjaan seks, kami bisa mendapatkan lebih dari Rs 15.000 per hari. Tidak semua orang akan setuju dengan saya, tapi inilah kenyataannya,” ujar salah satu pekerja seks, dikutip dari The Morning, Jumat (22/7/2022).

Pekerja tersebut pun menjadi khawatir karena menurut laporan Badan Perdagangan Forum Asosiasi Pakaian Gabungan Sri Lanka mengungkapkan bahwa Sri Lanka kehilangan 10-20% pesanannya ke India dan Bangladesh karena krisis ekonomi. Hal ini tentu mengguncang kepercayaan pembeli.

Baca Juga: Sri Lanka Lantik Dinesh Gunawardena Sebagai Perdana Menteri Baru

The Morning dalam laporan terbarunya serta Telegraph Inggris dalam laporan sebelumnya, mengutip kenaikan 30% dalam jumlah perempuan yang bergabung dengan industri seks di Ibu Kota Kolombo sejak Januari tahun ini.

Para wanita ini sebelumnya bekerja di industri tekstil. Kedua publikasi tersebut mengutip Stand Up Movement Lanka (SUML), kelompok advokasi pekerja seks terkemuka di negara itu, tentang fakta ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

“Sangat putus asa untuk menghidupi anak-anak mereka, orang tua atau bahkan saudara mereka dan pekerjaan seks adalah salah satu dari sedikit profesi yang tersisa di Sri Lanka yang menawarkan banyak keuntungan. Uang cepat," ujar Direktur Eksekutif SUML.

Beberapa faktor telah berkontribusi pada pergeseran ke arah perdagangan seks yang utama adalah inflasi yang sangat tinggi yang telah menurunkan upah yang sudah merosot di industri tekstil menjadi debu. Ketika ditambah dengan kelangkaan bahan bakar, makanan dan obat-obatan di negara yang sedang diperangi, skenarionya menjadi suram bagi para wanita ini.

Laporan juga menunjukkan bahwa karena kelangkaan akut komoditas penting, perempuan dipaksa untuk bertukar makanan, obat-obatan untuk seks dengan pemilik toko lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini