Share

Krisis Global, Kementan Bahas Pangan hingga Perdagangan di G20

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 27 Juli 2022 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 320 2637001 krisis-global-kementan-bahas-pangan-hingga-perdagangan-di-g20-yR0UsmLi24.JPG Ilustrasi pangan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Agriculture Working Group (AWG) yang merupakan bagian dari agenda pada penyelenggaraan presidensi G20 Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementan sekaligus ketua delegasi ADM RI, Kasdi Subagyono membahas 3 isu prioritas.

Pertama, Kementan akan mengajak negara anggota untuk mempromosikan resiliensi dan keberlanjutan dari sistem pangan global.

Seperti diketahui pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir, ancaman perubahan iklim hingga konflik geopolitik yang terjadi baru-baru ini mengakibatkan ancaman krisis pangan global dan energi.

 BACA JUGA:Uang Ganti Rugi Pemusnahan Hewan Kena PMK Belum Cair, Peternak Temui Kementan

"Gejolak pangan yang terjadi saat ini menguji ketahanan pangan di banyak negara, untuk itu diperlukan transformasi sistem pangan yang mampu membantu meningkatkan daya tahan terhadap ketersediaan pangan, kecukupan kalori dan protein,” ujar Kasdi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/7/2022).

Selanjutnya, Kasdi menyebutkan isu kedua yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah terkait sistem perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, dan transparan untuk keterjangkauan pangan.

“Gejolak harga pangan yang berfluktuasi serta maraknya restriksi ekspor yang dilakukan oleh beberapa negara produsen pangan, semakin membuat disrupsi ketersediaan pangan global menjadi tidak terkendali," sambungnya.

Isu prioritas pertanian ketiga adalah pengembangan agripreneurial inovatif melalui digitalisasi pertanian untuk meningkatkan penghidupan petani khususnya di daerah pedesaan.

Menurut Kasdi pemanfaatan teknologi dan inovasi termasuk digitalisasi pertanian mempunyai peran penting dalam mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan.

“Digitalisasi pertanian dapat menjadi motor penggerak untuk menarik generasi muda dan perempuan agar berpartisipasi dalam kegiatan produktif dan berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian," ungkap Kasdi.

Ketiga isu tersebut bakal dibahas dalam ADM Ke-2 yang digelar pada tanggal 27-28 Juli 2022 di Yogyakarta secara hybrid.

"Melalui forum G20 ini, diharapkan dapat menghasilkan komitmen yang dapat mendorong implementasi isu prioritas utama yang diangkat, “ pungkas Kasdi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini