Share

Perluasan Produksi Baja, Krakatau Steel dan Posco Tambah Investasi Rp52 Triliun

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 28 Juli 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 320 2637776 perluasan-produksi-baja-krakatau-steel-dan-posco-tambah-investasi-rp52-triliun-sgnQUHZpUJ.jpg Krakatau Steel. (Foto: Krakatau Steel)

JAKARTA - Pemerintah akan memperluas kapasitas produksi baja otomotif untuk kendaraan listrik dengan total investasi mencapai USD3,5 miliar atau setara Rp52 triliun.

Aksi ini dimulai pada 2023 mendatang.

Rencana perluasan produksi baja akan dilakukan PT Keakatau Steel Tbk, dan Pohang Iron and Steel Company (Posco), perusahaan asal Korea Selatan.

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pun telah menandatangani kerja sama dengan Krakatau Steel, yang diwakili Silmy Karim selaku Direktur Utama dan Posco yang diwakili Kim, Hag-Dong selaku CEO Posco.

 BACA JUGA:Dugaan Korupsi Proyek Krakatau Steel, Kejagung RI Tetapkan 5 Tersangka

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, kerja sama ini juga dilakukan untuk memfasilitasi rencana proyek pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bahlil menyambut baik adanya kerja sama ini dan berharap perluasan investasi yang dilakukan akan berjalan sesuai rencana.

“Kami sangat gembira atas dukungan pemerintah dalam mewujudkan ekspansi PT Krakatau Posco yang merupakan perusahaan patungan Krakatau Steel dan Posco. Kami akan terus aktif berkolaborasi dalam melaksanakan rencana investasi sesuai dengan yang telah disepakati. PT Krakatau Posco akan menjadi perusahaan baja terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Silmy Karim, Kamis (28/7/2022).

Posco adalah sebuah produsen baja terbesar ke-empat di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 42 juta ton baja per tahun yang memiliki dua pabrik baja di Pohang dan Gwangyang, Korea Selatan.

Perusahaan multinasional Korea Selatan ini juga memiliki investasi di berbagai negara seperti di Asia yaitu di Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India. Juga di Amerika Serikat, Kanada, dan Mexico, maupun di Eropa dan Australia.

Silmy menyampaikan dalam MoU ini Krakatau Steel dan Posco menyepakati investasi perluasan kapasitas produksi PT Krakatau Posco yang direncanakan dapat mencapai 10 juta ton per tahun, baik produk hulu maupun hilir.

Perencanaan ini memungkinkan Krakatau Steel dan Posco untuk menghasilkan produk baja bernilai tambah tinggi seperti baja otomotif sebagai dukungan terhadap rencana pemerintah menjadikan Indonesia sebagai basis industri mobil listrik dunia.

“Selain itu kerja sama Krakatau Steel dan Posco juga dipersiapkan untuk mendukung proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dimana Posco memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan beberapa kota di Korea,” tambah Silmy.

Dalam kerja sama ini Kementerian Investasi memastikan kementerian atau instansi pemerintah memberikan segala dukungan kepada Krakatau Steel dan Posco yang diperlukan untuk penerbitan izin proyek dan insentif investasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Silmy juga memastikan kerja tersebut dapat mencapai tingkat lokalisasi pada Proyek sesuai dengan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

CEO Posco Kim Hag Dong menyatakan bahwa sejak tahap awal penanaman modal kami sudah difasilitasi dengan baik oleh Kementerian Investasi.

Karena itu kami yakin dapat memperluas rencana investasi kami.

“Kami berharap investasi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dan akan terus meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mengembangkan investasi di masa depan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini