Share

Sri Mulyani Bilang Harga Rumah Mahal, PUPR Cari Opsi Pembiayaan Murah

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 01 Agustus 2022 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 470 2639733 sri-mulyani-bilang-harga-rumah-mahal-pupr-cari-opsi-pembiayaan-murah-LaTJ4WBwv4.jpg Rumah KPR. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Terbatasnya lahan di daerah perkotaan membuat harga sebuah properti semakin tinggi. Belum lagi harga material yang saat ini juga naik akibat inflasi global membuat harga rumah tidak lagi murah, apalagi kalau memilih di perkotaan.

Oleh sebab itu terkait Kesedihan Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktur Jendral Perumahan, Herry Trisaputra Zuna mengatakan saat ini pemerintah sedang mengupayakan penyediaan perumahan di kota- kota besar dan metropolitan melalui skema hunian vertikal

 BACA JUGA:Harga Rumah Mahal, Sri Mulyani Bilang Masyarakat Pilih Tinggal di Mertua atau Sewa

Sedangkan dari sisi pembiayaan, menurut Herry diperlukan mekanisme kreatif.

Di antaranya adalah skema sewa beli, pembiayaan kepemilikan bertahap (staircasing ownership), KPBU, dan optimalisasi Dana FLPP.

"Skema-skema tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu opsi pembiayaan untuk memperbesar penyaluran bantuan pembiayaan perumahan bagi MBR di perkotaan,” ujar Herry pada keterangan tertulisnya, Minggu (31/7/2022).

Menurutnya, sektor properti merupakan salah satu leading sector dalam pemulihan ekonomi nasional.

Multiplier effect dari sektor properti mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, material dan sektor lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu juga sempat menyinggung bahwa generasi milenial saat ini terancam tidak bisa memiliki hunian sendiri.

Hal itu disebabkan karena harga properti sudah terlalu tinggi.

Untuk itu, di samping memberikan fasilitas pembiayaan bagi MBR, pemerintah juga kembali mengeluarkan kebijakan relaksasi terhadap sektor perumahan berupa Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 2022.

“Kebijakan insentif PPN DTP 2022 diberikan sebesar 50% dari insentif PPN DTP 2021 yaitu 50% atas penjualan rumah paling tinggi Rp2 miliar serta 25% atas penjualan rumah dengan harga di atas Rp2-5 miliar,” pungkas Herry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini