Share

Menaker Beberkan Masalah Pekerja Seni Musik dari Upah hingga Pelecehan

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 02 Agustus 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 320 2640479 menaker-beberkan-masalah-pekerja-seni-musik-dari-upah-hingga-pelecehan-1kO7zPBNsY.jpg Menaker Ida Soal Masalah Pekerja Seni Musik. (Foto: Okezone.com/Kemnaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membeberkan masalah pekerja seni musik mulai dari upah kontrak kerja, hak cipta hingga permasalahan kesetaraan, diskriminasi dan pelecehan yang terjadi terutama pada pekerja perempuan.

Hal ini ditekankan Menaker kepada para pimpinan dan anggota DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik (PAPPRI). Dirinya ingin PAPPRI mampu menjalankan tugas dan membawa kemajuan nyata bagi organisasi, bagi kesejahteraan para pekerja musik sebagai anggota dan juga bagi pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya.

Baca Juga: 5 Cara Cek Hasil Pendaftaran Kartu Prakerja

"Saya yakin dengan pelantikan ini PAPPRI akan tetap terus membuktikan komitmennya untuk melawan segala bentuk diskriminasi, kekerasan dan pelecehan yang ada di dunia permusikan Indonesia, " ujar Ida saat mengikuti pelantikan dan pengukuhan DPP PAPPRI secara virtual di Jakarta, Selasa (2/8/2022)

Dia menambahkan, kesenian di Indonesia tak pernah kekurangan jumlah perempuan. Namun, adanya PAPPRI sebagai wadah yang menghimpun para pekerja seni di bidang musik, menjadi angin segar yang membawa harapan bagi perbaikan kesejahteraan dan kesetaraan bagi para anggotanya.

Baca Juga: Peserta Kartu Prakerja Gelombang 34 Jangan Lupa Beli Pelatihan, Awas Akun Terblokir!

Ida pun sangat mengapresiasi acara pelantikan PAPPRI yang juga diisi dengan penghargaan kepada para pemusik legendaris kita. "Hal ini menunjukkan komitmen PAPPRI untuk terus memberi perhatian dan penghargaan kepada para artis dan pekerja musik yang telah berkontribusi besar bagi dunia permusikan di Indonesia," ungkapnya.

Sementara Ketua Umum PAPPRI Tony Wenas dalam sambutannya mengatakan pihaknya akan bermitra dengan pemerintah dalam memimpin PAPPRI dalam mengurus para musi dan penyanyi di Indonesia. Termasuk dalam memerangi segala bentuk diskriminasi, kekerasan dan pelecehan yang ada di dunia permusikan Indonesia.

"Kita akan bermitra dengan pemerintah untuk mengangkat kesejahteraan para pekerja seni musik. Sebab tak dipungkiri, pekerja seni sering mengalami masalah mulai dari upah kontrak kerja, hak cipta hingga permasalahan kesetaraan, diskriminasi dan pelecehan yang terjadi, terutama pada pekerja perempuan, " ujar Tony yang terpilih sebagai Ketum dalam Munas PAPPRI di kota Mataram, NTB, awal Maret 2022 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini