JAKARTA - Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor yang terus tumbuh positif saat pandemi.
Namun, potensinya untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi masih terhalang oleh berbagai tantangan yang memerlukan intervensi berbagai pihak.
“Industri makanan dan minuman jelas memperlihatkan pertumbuhan positif meski di masa pandemi. Namun masih menghadapi tantangan, baik internal maupun eksternal, dalam mengembangkan usaha mereka," ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran, Rabu (3/8/2022).
BACA JUGA:Tarif Dasar Listrik Naik, IKM Boleh Pindah ke Golongan Industri
Hasran mengatakan, tantangan internal yang dimaksud seperti keterbatasan modal, kelemahan manajemen, belum terpenuhinya standar dan legalitas usaha, serta terbatasnya kemampuan inovasi.
Sementara itu tantangan eksternalnya meliputi ketidakpastian pasokan bahan baku serta fluktuasi dari harga bahan baku itu sendiri.
Permintaan pasar juga naik turun. Pelaku usaha juga dihadapkan pada persaingan dari pesaing dan produk baru.
Oleh karena itu, menurut Hasran, para pelaku IKM mamin tak hanya sekedar diberikan pelatihan dan bimbingan oleh pemerintah, namun kemudahan dalam mengurus legalitas usaha mereka dan digitalisasi usaha juga merupakan jalan keluar dari permasalahan yang diakibatkan tantangan tantangan yang mereka hadapi.